Seminar Sehari Anti Bullying di Sekolah Dihadiri oleh Berbagai Pihak di Kabupaten Solok

Kamis, 15 Agustus 2024, 17:02 WIB | Pendidikan | Kab. Solok
Seminar Sehari Anti Bullying di Sekolah Dihadiri oleh Berbagai Pihak di Kabupaten Solok
Seminar Sehari tentang Anti Bullying/Perundungan di Sekolah resmi dibuka pada hari Rabu, 14 Agustus 2024, bertempat di Convention Hall Alahan Panjang. IST
IKLAN GUBERNUR

SOLOK, binews.id -- Seminar Sehari tentang Anti Bullying/Perundungan di Sekolah resmi dibuka pada hari Rabu, 14 Agustus 2024, bertempat di Convention Hall Alahan Panjang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Bupati Solok yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Medison, S.Sos, M.Si.

Selain Sekda, turut hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Hj. Emiko Epyardi Asda, SP, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Safrudin, S.Sos, M.Si, Asisten I Drs. Syahrial, MM, dan Asisten III, Edityawarman, S.Sos, M.Si. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zainal Jusmar, S.Pd, M.M, M.Si, Kepala OPD Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Solok, Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Solok, Camat Lembah Gumanti Andi Sofiani, S.Sos, para guru se-Kabupaten Solok, serta para peserta seminar.

Kepala Dinas Pendidikan, Zainal Jusmar, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seminar ini. Ia menegaskan bahwa acara ini merupakan hasil kerja sama dengan Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Solok. "Semoga acara ini dapat berjalan lancar dan menjadi ladang pahala bagi kita semua. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menghilangkan aksi bullying yang kerap terjadi di sekolah-sekolah," ujar Zainal.

Sekretaris Daerah, Medison, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Solok yang tidak dapat hadir karena adanya kegiatan yang tidak bisa diwakilkan. Dalam sambutannya, Medison menyatakan kebanggaannya bisa berkumpul dengan tenaga pendidik. Ia menjelaskan bahwa bullying atau perundungan adalah tindakan agresif yang sengaja dilakukan oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat untuk mengintimidasi individu yang lebih lemah. "Efek perundungan sangat berbahaya bagi fisik dan mental anak-anak kita, bahkan bisa memicu masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, depresi, dan PTSD," paparnya.

Baca juga: Susul Gubernur Mahyeldi ke Magelang, Wagub Vasko Antusias Ikuti Retreat

Medison menekankan bahwa salah satu fokus program Bupati Solok adalah pendidikan. Ia berharap acara ini dapat membantu mencegah dan mengatasi aksi bullying di sekolah. "Dengan tekad dan kerjasama, Bupati Solok yakin bahwa kita bisa memberantas aksi bullying di Kabupaten Solok," tambahnya.

Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Hj. Emiko Epyardi Asda, juga memberikan penekanan pada dampak negatif bullying terhadap perkembangan anak. Ia menegaskan bahwa bullying adalah perilaku agresif yang berulang dan disengaja dengan tujuan untuk menyakiti atau merendahkan orang lain secara emosional, fisik, atau mental. Emiko mengingatkan bahwa selain peran guru, peran orang tua dalam mencegah bullying sangat penting, terutama di era digital ini. "Orang tua harus membangun komunikasi terbuka, memberikan pendidikan anti-bullying, menjadi contoh perilaku positif, mengajarkan keterampilan sosial, dan melibatkan sekolah serta organisasi dalam memperhatikan pergaulan anak," jelasnya.

Emiko juga mengajak orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka rasa toleransi dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan. "Jika anak-anak kita menjadi korban bullying, segera laporkan agar pelaku mendapatkan efek jera," tegasnya.

Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang bahaya bullying dan mendorong tindakan preventif di sekolah serta di masyarakat umum untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perkembangan anak. (bi/Mak Itam)

Baca juga: Pemprov Sumbar Siapkan Bus bagi Bupati/Wali Kota Beserta Wakil Menuju Bandara Yogya Usai Retret di Magelang

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: