Strategi Gubernur Mahyeldi Berhasil Membuat Sektor Perdagangan dan IKM Sumbar Kembali Mengeliat
Selain itu, pihaknya juga menerbitkan sertifikat mutu bagi setiap komoditi ekspor, per bulan Agustus 2024 Dinas Perindustrian Perdagangan Sumbar telah menerbitkan sebanyak 278 sertifikat. Sedangkan untuk pengujiannya, sambung Novrial, itu bisa dilakukan di laboratorium mutu milik Disperindag Sumbar.
"Di laboratorium mutu kita itu, alatnya cukup lengkap. Ada 921 alat telah dikalibrasi sesuai standar, yang bisa dipergunakan untuk proses pengujian," tambahnya.
Dinas Perindag Sumbar juga memiliki program Trainning of Exporters (ToX) melalui Export Coaching Program (ECP) untuk menciptakan eksportir-eksportir baru di Sumbar. Pelaksanaan program ini dikerjasamakan dengan Kemendag RI, dengan jumlah kuota peserta rata-rata untuk setiap tahunnya sebanyak 30 orang. Materi yang diajarkan pun lengkap, mulai dari menyempurnakan manajemen, produksi, pembiayaan dan promosinya secara lebih baik.
"Hasilnya, pada Tahun 2023 lalu, ada 18 eksportir baru yang telah berhasil ekspor. Tahun ini kembali melahirkan 5 ekportir, bahkan saat ekspor perdananya pada akhir Agustus lalu,, itu langsung dihadiri oleh Gubernur" bebernya.
Adapun rincian dari kelima eksportir tersebut adalah, PT Sasco Karya Mandiri di Kota Pariaman, CV Berkah Rezki Dhuha di Kota Padang, PT Lintas Laut Samudera di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Karya Herbal Nusantara di Kuranji dan CV Bespi Samudera Aquati di Komplek Pelabuhan Perikanan Samudra Bungus, Kota Padang.
Terkait pengembangan sektor industri di Sumbar, Novrial menyebut geliatnya cukup bagus. Setidaknya dalam Tahun 2024 ini saja, PT Padang Raya Cakrawala (Apical Group) bersedia membuka pabrik di Kawasan Teluk Bayur, Kota Padang. Apical Group merupakan salah satu perusahaan pengekspor minyak sawit terbesar di Indonesia. Diyakini, selain dapat menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan minyak nabati masyarakat, ini juga bisa menyerap tenaga kerja sehingga betul-betul berdampak untuk kesejahteraan masyarakat. (bi/adpsb/bud)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Inflasi Sumbar April 2026 Terkendali, Lebih Rendah dari Nasional
- Pemprov Sumbar Gandeng Dompet Dhuafa Pembiayaan UMKM Tanpa Bunga
- Jamkrida Sumbar Didorong Lebih Ekspansif, DPRD Bahas Revisi Perda Modal
- Penumpang KA Lembah Anai Meningkat 128 Persen, KAI Divre II Sumbar Optimistis Layanan Semakin Diminati
- Libur Hari Buruh, KAI Divre II Sumbar Siapkan 23.376 Tempat Duduk Kereta Api Lokal






