Sekda Kabupaten Solok Medison Tegaskan Tudingan Miring Tentang Politik Praktis Pilkada 2024
"Saya bekerja sesuai sistem. Saya bukan 'pengatur jabatan' seperti yang dituduhkan. Semua mutasi dan promosi selalu melalui mekanisme resmi. Soal Ibu Ketua TP-PKK yang juga menjabat Kabag Prokomp, itu adalah hasil dari proses yang melibatkan banyak pihak dan tetap sesuai aturan," katanya.
Terkait ia difitnah sebagai "otak" di balik strategi pemenangan salah satu calon dalam Pilkada sebelumnya. Menurutnya, seluruh ASN, termasuk dirinya, terikat oleh aturan netralitas, dan ia memastikan telah menjaga prinsip itu.
"Netralitas ASN itu harga mati. Saya sadar betul posisi saya sebagai pejabat karier, bukan politisi. Justru saya selama ini berupaya menjaga birokrasi agar tetap steril dari politik praktis," kata Medison.
Baca juga: DPRD Sumbar Terima Kunjungan Komisi A DPRD Sumut
Terkait adanya upaya oknum tertentu soal isu-isu lama yang menyeret namanya sejak di Kabupaten Sijunjung, Medison menyatakan bahwa ia sudah kenyang dengan dinamika birokrasi dan tetap memilih fokus bekerja daripada meladeni rumor.
"Saya tidak mau habiskan waktu meladeni opini yang dibuat untuk menjatuhkan. Fokus saya bekerja dan membantu Bupati dan Wakil Bupati agar bisa membawa Solok lebih baik," tegasnya lagi.
Ia menutup pernyataannya dengan sebuah ajakan kepada seluruh ASN di Kabupaten Solok untuk bersatu dan kembali ke jalur profesionalisme.
"Sudah cukup polemik. Saatnya kita bekerja. Rakyat menunggu hasil, bukan drama. Jangan biarkan dinamika politik merusak semangat pelayanan publik. Sekda itu bukan tokoh politik, saya ada untuk memfasilitasi sistem pemerintahan, bukan menjadi bagian dari kontestasi," tandasnya.
Dengan pernyataan terbuka ini, Medison berharap semua elemen bisa kembali fokus pada isu-isu pembangunan, bukan sekadar gosip politik yang tak berdasar. Sementara publik menanti pembuktian kinerja nyata, Medison tetap berdiri pada satu prinsip: ASN harus netral, profesional dan siap melayani di tengah badai sekalipun. (bi/Mak I)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- 14.518 Rumah Penerima Bansos di Kabupaten Solok Akan Dilabelisasi
- HJK Solok ke-113 Jadi Momentum Persatuan, Syamsu Rahim Soroti Stabilitas Kepemimpinan
- Wakil Menko Hukum Hadiri Groundbreaking Jembatan Gantung Saniang Baka Bersama Bupati Solok
- Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Solok, Perkuat Arah Transformasi dan Prioritas Pembangunan Daerah
- Pemkab Solok Gelar Exit Meeting Bersama BPK RI Perwakilan Sumatera Barat






