Pemko Padang Fasilitasi Trauma Healing bagi Jemaat GKSI Pasca-Insiden Padang Sarai
"Dalam mediasi yang telah dilakukan, semua pihak sepakat bahwa insiden ini merupakan persoalan sosial yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi dan informasi, bukan konflik berlatar belakang SARA," jelasnya.
Ia menambahkan, telah dicapai sejumlah kesepakatan antara warga Nias di RT 02 Teratai Indah dengan warga setempat. Di antaranya adalah komitmen untuk hidup berdampingan dalam suasana damai dan penuh persaudaraan.
"Segala tindakan yang mengandung unsur pidana akan diselesaikan melalui jalur hukum dengan menjunjung asas keadilan," imbuhnya.
Lebih lanjut, sejumlah langkah strategis untuk memulihkan kondisi sosial masyarakat juga telah dirancang. Di antaranya adalah dialog bersama tokoh Muslim setempat, pertemuan dengan tokoh masyarakat Nias, serta rekonsiliasi bersama yang akan difasilitasi oleh Forkopimda.
"Upaya ini bertujuan menciptakan kembali suasana masyarakat yang rukun dan harmonis," tutup Salmadanis. (bi/rel/mel)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Wali Kota Padang Minta Perhatian Pusat Terkait Relokasi Rumah dan Normalisasi Sungai
- PT Semen Padang Dukung Pemulihan Ekonomi di Huntap Kampung Talang melalui Kolaborasi Program Pertanian Regeneratif ITB--Unand
- Sekda Sumbar Dorong Strategi Klaster untuk Tingkatkan Penanggulangan Bencana
- Pemko Padang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Melalui Mantap LKO
- KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Paulima--Indarung






