Banjir, Longsor, dan Angin Kencang Melanda Berbagai Wilayah Indonesia, BNPB Keluarkan Imbauan Waspada
Tak lama berselang, sekitar pukul 14.10 Wita, angin kencang melanda Kecamatan Wawo, tepatnya di Desa Pesa dan Desa Maria. Sebanyak 15 KK terdampak, dengan 15 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. BPBD Kabupaten Bima bersama aparat desa dan kecamatan segera melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi. Hingga kini, proses penanganan masih berlangsung dengan dukungan berbagai unsur pemerintah daerah dan masyarakat.
Berpindah ke Provinsi Jawa Timur, banjir terjadi di Kabupaten Nganjuk pada Senin (10/11) sekitar pukul 17.15 WIB. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Gondang menyebabkan saluran drainase meluap dan menggenangi permukiman warga di Desa Balong Gebang.
Sekitar 130 KK terdampak, dengan enam rumah warga terendam air setinggi 30--70 cm. BPBD Kabupaten Nganjuk bersama aparat desa dan kecamatan segera melakukan pendataan, pembersihan lingkungan, serta memberikan bantuan darurat. Hingga laporan ini disusun, air telah surut dan warga mulai beraktivitas seperti biasa.
Baca juga: Longsor Putus Akses, Masyarakat Batu Busuk Harapkan Jalan Baru PKM--Pangka Jambatan
Pada hari yang sama, tanah longsor terjadi di Kabupaten Magetan, tepatnya di Kecamatan Poncol, sekitar pukul 15.30 WIB. Longsoran tebing di sekitar jalan raya menimpa satu kendaraan roda dua yang melintas, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka berat. Selain korban jiwa, dua rumah warga terdampak dan satu jembatan mengalami kerusakan.
BPBD Kabupaten Magetan bersama unsur TNI, Polri, Dinas PUPR, Dinas Sosial/TAGANA, PMI, dan relawan segera melakukan evakuasi serta pembersihan material longsoran menggunakan dua unit mobil damkar. Berkat kerja cepat tim gabungan, akses jalan kembali normal pada hari yang sama.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, cuaca ekstrem terjadi pada Kamis (6/11) sekitar pukul 21.50 WIB. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah atap rumah warga dan bangunan sekolah rusak di dua kecamatan, yakni Cilawu dan Banyuresmi.
Sebanyak 22 KK atau 84 jiwa terdampak, dengan rincian 4 rumah rusak sedang, 18 rumah rusak ringan, serta satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan sedang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Peristiwa tersebut terjadi dalam masa Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem, Abrasi, dan Tanah Longsor Provinsi Jawa Barat Tahun 2025/2026, sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Saat ini, kondisi di wilayah terdampak telah berangsur kondusif. Warga mulai memperbaiki rumah mereka dengan pendampingan dari BPBD Kabupaten Garut dan aparat setempat.
Kejadian cuaca ekstrem juga dilaporkan di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, pada Senin (10/11) sekitar pukul 13.00 WIT. Hujan lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang memicu angin puting beliung yang merusak sejumlah rumah di dua kecamatan, yakni Maba di Desa Buli dan Kota Maba di Desa Maba Pura.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Ombudsman RI Soroti Kecelakaan Kereta di Bekasi, Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Pelayanan Publik
- Jadup Rp272,7 Miliar Disalurkan untuk 54 Ribu Penyintas Bencana di Sumatera, Aceh Terbanyak
- BNPB RI Salurkan Dana Stimulan Pembangunan Rumah Rusak Ringan dan Sedang di Tanah Datar Sebesar Rp2,865 Miliar
- Sumbar Didorong Jadi Daerah Percontohan Nasional Dalam Penanganan Bencana
- Kasatgas Tito: Pembersihan Lumpur Jadi Kunci Pemulihan Pascabencana di Sumatera






