Bencana Sumbar, Pemerintah Fokus Buka Akses dan Pulihkan Infrastruktur

Senin, 01 Desember 2025, 12:23 WIB | Peristiwa | Kota Padang
Bencana Sumbar,  Pemerintah Fokus Buka Akses dan Pulihkan Infrastruktur
Upaya penanganan pascabencana di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) terus dipercepat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh instansi pemerintah terkait. IST
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING
PADANG, binews.id --

Upaya penanganan pascabencana di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) terus dipercepat. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh instansi pemerintah terkait untuk memberikan penanganan maksimal terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah.

"Ini menunjukkan bahwa seluruh kementerian dan lembaga berusaha semaksimal mungkin mengerahkan segala sumber daya untuk membantu masyarakat," ujar Pratikno, dalam keterangan pers secara virtual, Minggu (30/11/2025).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menambahkan bahwa penanganan bencana di Sumbar menunjukkan perkembangan signifikan. Sumbar dinilai lebih cepat memasuki fase pemulihan setelah tiga hari penanganan intensif.

"Sumatra Barat sudah lebih pulih di hari ketiga. Apalagi sekarang tidak ada hujan, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan," jelasnya.

Baca juga: Bencana Sumbar: 247 Ribu Warga Terdampak, 228 Meninggal dan 98 Hilang

BNPB mencatat jumlah korban jiwa mencapai 129 orang, 118 orang masih hilang, dan 16 lainnya luka-luka. Di Kabupaten Padang Pariaman, sebagian besar pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan sisa material.

Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak paling besar, mencatat 87 korban meninggal dunia dan 76 orang masih hilang. Secara keseluruhan, terdapat delapan kabupaten/kota terdampak, yaitu Agam, Solok, Pesisir Selatan, Padang, Padang Panjang, Pariaman, Tanah Datar, dan Bukittinggi.

Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 77.918 jiwa. Sebagian besar warga memilih kembali ke rumah pada siang hari untuk membersihkan rumah, kemudian kembali ke posko pengungsian pada malam hari.

Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, perlengkapan kebersihan, makanan siap saji, selimut, tenda, serta alat berat seperti excavator. Seluruh personel BNPB telah berada di titik-titik terdampak untuk mendampingi Forkopimda.

Baca juga: Mahyeldi Tinjau Posko Bencana Sumbar: Data Harus Lengkap dan Informasi Harus Akurat

"Sudah empat hari mereka berada di lapangan dan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana," kata Suharyanto.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: