Cemas Akan Terjadi Longsor, 300 Warga Solok Diungsikan Akibat Bencana Tanah Bergerak

SOLOK, binews.id -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meninjau tempat pengungsian masyarakat Payo di Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok Jum'at (4/9/2020).
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan lebih kurang 300 orang masyarakat Payo mengungsi di Sekolah Dasar (SD) Negeri 12 Tanah Garam, karena ada peristiwa tanah bergerak pada hari kamis (3/9) kemarin sore. Peristiwa itu membuat warga cemas akan terjadinya longsor.
"Untuk itu, sementara belum ada jaminan keamanannya biarlah mereka disini dulu, kalau ada hal-hal yang penting nantik bisa dikomunikasikan dengan BPBD kabupaten kota dan provinsi", kata Nasrul Abit.
Setelah Nasrul Abit melihat kondisi dilapangan dan kondisi diatas bukit memang tidak banyak yang rusak tetapi perlu hati-hati karena ketinggian bukitnya sangat membahayakan masyarakat. Dengan situasi seperti ini, masyarakat kita sangat butuh bantuan.
Baca juga: Kemeriahan Pergelaran Seni Tradisi di Kabupaten Solok: Sambut Antusiasme Masyarakat
"Dan Alhamdulillah tim dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial dan BPBD memberikan bantuan berupa beras, supermie siap saji, ada peralatan bayi dan juga ada kasur. Mudah-mudahan mereka tidak kedinginan ditempat ini. semoga mereka tidak tidak ada yang sakit yang terpenting sekarang jangan sampai masyarakat kita kelaparan", harap Nasrul.
Dalam hal ini Nasrul juga menyebutkan kami pemprov, baik BPBD provnsi maupun kota juga membantu ketika terjadi bencana kita segara turun untuk mereka terkena bencana", sebut Nasrul.
Selain itu Nasrul Abit menghimbau kepada masyarakat, ketika terjadi hari hujan lebat kita perlu waspada. karena ada batu-batu besar dibelakang rumah warga. Hal itu perlu diberi tahu kepada pemerintah daerah setempat agar batu tersebut dibongkar dipindahkan agar tidak membahayakan.
Karena kita takut pada saat hari hujan batu besar tersebut mengguling menimpa rumah, sangat berbahaya. Karena kita tinggal daerah curam seperti ini sekiranya hari hujan agar berhati-hati dan kewaspadaan terhadap masyrakat", himbau Nasrul Abit.
Baca juga: Alumnus Angkatan 1991 SMA 1 Solok Bakal Gelar Reuni Ke-32, Catat Tanggalnya
Saat didampingi oleh Wakil Walikota Solok Zul Elfian, Kadis Sosial Sumbar Jumaidi, Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, serta BPBD Provinsinsi Sumbar dan juga dari Dinas Sosial Kota Solok.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Harneli Mahyeldi Lihat Korban Kebakaran di Cupak
- Air PDAM Mati, Warga Perumahan Villa Halaban Indah Panyakalan Menjerit
- Pekerjaan Penguatan Tebing Batang Lembang Dikhawatirkan Tak Bertahan Lama, Ini Penyebabnya
- Sempat Ditutup, Jalan Lintas Sumatera di Kota Solok Kembali Dibuka
- 3 Keluarga di Kota Solok jadi Korban Pengusiran dari Kontrakan Karena Beda Pilihan Paslon