Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Ekonomi Sumbar Lewat Program DAUN Sepanjang 2025
Digitalisasi sistem pembayaran di Sumatera Barat menunjukkan kemajuan pesat sepanjang 2025. Jumlah merchant QRIS meningkat dari 561.917 menjadi 674.273 (tambah 112.356, capaian 167,90%), sementara pengguna bertambah 46.610 menjadi 949.441 (capaian 158,59%). Aktivitas transaksi juga naik signifikan dengan volume kumulatif Rp51,93 miliar atau 130,23% dari target. Melalui HLM TP2DD, asistensi roadmap ETPD, pendampingan PDRD nontunai, dan penguatan KKPD, digitalisasi pendapatan dan belanja daerah menguat, termasuk di Payakumbuh dan Sijunjung. Layanan publik seperti objek wisata, transportasi, dan pasar tradisional pun mulai beralih ke kanal digital.
"Saciok bak ayam, sadanciang bak basi," menjadi simbol kolaborasi BI, pemda, perbankan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pembayaran yang lebih transparan dan efisien.

Transformasi ini diperluas ke ranah internasional melalui QRIS Cross Border, menjawab kebutuhan wisatawan asing akan sistem pembayaran yang cepat dan modern. Implementasi diperkuat melalui edukasi, onboarding merchant, dan aktivasi di kota wisata seperti Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Sawahlunto. Dampaknya terlihat dari capaian transaksi: QRIS Thailand 208 transaksi (Rp41,25 juta), Singapura 824 transaksi (Rp322,36 juta), dan Malaysia 58.617 transaksi (Rp22,67 miliar). Wisatawan cukup memindai QR dengan aplikasi negara asal, sementara merchant menerima pembayaran dalam rupiah secara otomatis.
"Elok mancaliak ka ateh, rapi manapaki ka bawah," menggambarkan bagaimana Sumatera Barat membangun sistem pembayaran yang siap mendukung kebutuhan kunjungan wisatawan global tanpa meninggalkan kekhasan lokal.
PRESTASI DAN AWARD 2025
Prestasi Sumatera Barat sepanjang 2025 kembali menegaskan bahwa kemajuan lahir dari kolaborasi yang kokoh. Seperti pepatah Minang, "Basamo mangko manjadi, bakawan mangko sakato," seluruh unsur daerah bergerak seirama baik pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, institusi/elmbaga lainnya serta masyarakat,menghadirkan transformasi digital, menjaga stabilitas harga, memperkuat ekonomi syariah, serta melestarikan budaya sebagai kekuatan identitas.
Kota Payakumbuh menjadi salah satu ikon keberhasilan tersebut. Pada ajang Championship TP2DD 2025 yang diumumkan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Payakumbuh ditetapkan sebagai kota terbaik regional Sumatera berkat konsistensinya mempercepat digitalisasi transaksi keuangan daerah, memperluas kanal pembayaran digital, dan meningkatkan transparansi pelayanan publik. Melalui High Level Meeting (HLM) TP2DD, pendampingan teknis, dan sinergi antara pemkot, Bank Indonesia, serta Bank Nagari, digitalisasi di Payakumbuh berjalan semakin matang dan berdampak nyata.

Kesuksesan ini dilengkapi dengan capaian Kabupaten Tanah Datar yang kembali menjadi TPID Berprestasi Terbaik se Sumatera 2025, menjadikannya juara lima tahun berturut-turut meskipun menghadapi dampak banjir bandang dan galodo. Tanah Datar dinilai unggul dalam penerapan strategi 4K serta berbagai inovasi di daerah, sebuah kolaborasi pengendalian inflasi sekaligus pemulihan pascabencana. Bank Indonesia memperkuat efektivitas TPID melalui HLM TPID, koordinasi lintas lembaga, serta dukungan teknis dalam menjaga stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi pangan di tengah kondisi krisis.
Di sektor budaya dan pariwisata, Nagari Koto Gadang menegaskan posisinya sebagai desa wisata unggulan dengan meraih Juara II Nasional kategori Desa Wisata Berbasis Budaya pada Wonderful Indonesia Awards 2025. Keberhasilan ini berakar dari kearifan lokal yang terpelihara: kerajinan perak, rumah gadang, tradisi adat, serta semangat masyarakat yang menjaga otentisitas nagari. Bank Indonesia turut memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui pendampingan Sekolah Lapang Digitalisasi Usaha Nagari (DAUN), sinergi dengan Pokdarwis dan pemkab, serta fasilitasi pemanfaatan pembayaran digital dalam layanan wisata.
Tak kalah penting, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali meraih Anugerah Adinata Syariah 2025 dari KNEKS sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan, penghargaan yang diterima langsung oleh Gubernur Mahyeldi di Jakarta. Prestasi dua tahun berturut turut ini menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak hanya selaras dengan karakter budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan baru daerah. Bank Indonesia memperkuat ekosistem syariah melalui sinergi dengan Pemprov, KDEKS, MUI, pemkab/pemko, serta lembaga keuangan syariah dalam perluasan literasi, pemberdayaan UMKM syariah, dan pematangan kebijakan.
PENGEMBANGAN UMKM DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN SEKOLAH LAPANG DAUN
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Efisien, Transparan, dan Ramah Lingkungan, KAI Divre II Sumbar Optimalkan Penggunaan BBM untuk Mobilitas Masyarakat
- Wagub Vasko Dorong Kab/Kota di Sumbar Tiru Langkah Pariaman Perluas Pasar Produk Pangan
- Sinergi Berkelanjutan, OJK dan Universitas Andalas Sepakati Nota Kesepahaman Baru
- Jaga Kualitas Layanan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Divre II Sumbar Lakukan MCU Rutin bagi Pekerja
- OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai di Dharmasraya






