Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Ekonomi Sumbar Lewat Program DAUN Sepanjang 2025

Senin, 05 Januari 2026, 14:49 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Ekonomi Sumbar Lewat Program DAUN Sepanjang 2025
Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN). hms
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Dukungan penguatan ekonomi nagari di Sumatera Barat sepanjang 2025 dilakukan melalui dua jalur yang saling menguatkan: percepatan digitalisasi dan ekspor UMKM, serta peningkatan produktivitas pertanian melalui Sekolah Lapang DAUN. Program Onboarding UMKM Go Digital yang melibatkan 99 UMKM dan Go Ekspor bagi 50 UMKM berhasil membawa pelaku usaha naik kelas, memanfaatkan kanal digital, dan menembus pasar global. Hasilnya langsung terlihat, seperti ekspor coffee beans oleh Solok Radjo ke Taichung, Taiwan senilai USD 11.310, serta ekspor kayu manis oleh Spices Indo ke Thailand senilai USD 86.029,75.

Melalui berbagai forum business matching, capaian ekspor UMKM semakin meluas. Pada BM KKI 2025, tiga UMKM binaan dhi Kopi Solok Radjo, UniKayo, dan Spices Indomenandatangani MoU ekspor total USD 649.290. Pada BM SCF 2025, UMKM binaan menandatangani LOI dengan buyer Malaysia senilai Rp 1.388.250.000.

Pengembangan umkm
Pengembangan UMKM

Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, MoU dilakukan antara Rendang Gadih dan More N More (Australia) senilai USD 15.600. Program digitalisasi juga mencatat keberhasilan signifikan: 46 UMKM memenuhi standar UMKM Go Digital dengan 35 UMKM mengalami peningkatan omzet rata rata 300%, serta kenaikan penjualan online 9,6%. Capaian ini lahir dari pelatihan digital bersama Sekolah Bisnis Online (SBO), kurasi peserta yang ketat, dan pendampingan pasca pelatihan.

Di sisi hulu, peningkatan produktivitas pangan diwujudkan melalui Sekolah Lapang DAUN, yang memfokuskan pelatihan pada metode organik Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT), digital farming, serta pemanfaatan data iklim untuk pengambilan keputusan pertanian. Program ini dilaksanakan dalam empat tahapan, yaitu Tahap 1 -- Kab. Pesisir Selatan, 24--27 Februari 2025. Tahap 2 -- Kab. Solok Selatan (Muara Labuah), 20--25 Mei 2025, Tahap 3 -- Kab. Agam, 2--6 Juli 2025, Tahap 4 -- Kab. Lima Puluh Kota (Harau), 11--14 November 2025.

Sebelum pendampingan, produktivitas petani rata-rata hanya 3,6 ton/ha, biaya produksi sekitar Rp 15 juta/ha, dan pemasaran terbatas pada pedagang lokal. Pendekatan DAUN mengubah pola kerja secara fundamental melalui rapid soil check, pemetaan cuaca BMKG, serta teknik MTOT. Dampaknya nyata: produktivitas meningkat >50%, efisiensi tenaga kerja 30%, risiko hama berkurang, penggunaan pestisida menurun, dan kesuburan tanah meningkat berkat penggunaan mulsa jerami. Peningkatan produksi beras turut memperkuat suplai pangan daerah dan membantu menahan tekanan inflasi.

Sinergi antara Dinas Pertanian, penyuluh, BMKG, Yayasan Dangau Inspirasi (Ir. Djoni), pemerintah daerah, dan Bank Indonesia memperkuat kelembagaan petani. Antusiasme masyarakat pun meningkat, menandakan kepercayaan pada pertanian yang modern, efisien, dan berbasi organik.

Keseluruhan upaya ini menggambarkan satu pesan: ketika ilmu, teknologi, dan kerja kolektif berpadu, manfaatnya kembali memperkuat nagari. Seperti pepatah Minang, "Tampuak mangkonyo di urang banyak, hasilnyo mancariek sampai ka nagari."

PENGEDARAN UANG

"Tagak banagang di ateh bumi, gadang batungkek budi.", bermakna: kokoh berdiri karena pijakan yang kuat, dan besar karena budi yang dijaga. Pepatah ini menggambarkan bagaimana Rupiah, simbol kedaulatan bangsa tetap kuat karena dijaga dengan kesadaran, kolaborasi, dan integritas dari nagari sampai ke pusat.Dari lembah hingga pesisir Sumatera Barat, Rupiah beredar tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi sebagai simbol kepercayaan dan kedaulatan.

Sepanjang 2025, Bank Indonesia Sumatera Barat melalui Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) menjalankan Clean Money Policy untuk memastikan Rupiah yang beredar tetap layak edar, bersih, dan terpercaya. Semangat ini berjalan seiring dengan Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN), yang menempatkan nagari sebagai pusat distribusi, edukasi, dan kolaborasi dalam menjaga kualitas Rupiah. Melalui Rupiah Segeh Salingka Nagari, layanan kas keliling hadir di seluruh 19 kabupaten/kota termasuk daerah 3T, pusat ekonomi mikro, dan ritel nagari.

Ekspedisi rupiah berdaulat dan rupiah tepian negeri
Ekspedisi Rupiah Berdaulat dan Rupiah Tepian Negeri

Upaya ini diperkuat dengan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dan Rupiah Tepian Negeri, menjangkau wilayah terluar dan perbatasan sesuai amanat UU No. 7 Tahun 2011.Untuk menjamin kecukupan uang, Kas Titipan Sungai Penuh berperan sebagai nodal distribusi strategis, didukung layanan responsif seperti Serambi Ramadhan dan Serunai Nataru pada momen puncak kebutuhan uang. Sinergi dengan perbankan dan pemerintah daerah memastikan layanan kas tetap inklusif dan responsif.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: