Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Ekonomi Sumbar Lewat Program DAUN Sepanjang 2025

Senin, 05 Januari 2026, 14:49 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Bank Indonesia Perkuat Stabilitas Ekonomi Sumbar Lewat Program DAUN Sepanjang 2025
Dari Nagari Untuk Negeri (DAUN). hms
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Bantuan Peduli Bencana juga diserahkan oleh Kepala KPwBI sekaligus Ketua BMPD Sumbar kepada PMI dan sinergi bersama BPBD, BMPD,Lemabaga kemanusiaan/sosial lainnya untuk distribusi ke titik-titik yang memerlukan pertolongan cepat.Langkah BI Sumbar ini mencerminkan nilai bahwa pembangunan nagari tidak hanya melalui program, tetapi juga melalui empati dan kebersamaan.

Bantuan sosial pasca bencana galodo
Bantuan Sosial Pasca Bencana Galodo

"Duduk samo randah, tagak samo tinggi; sakik samo mula, alun samo diraso," menjadi cermin bahwa Bank Indonesia hadir sebagai bagian dari masyarakat nagari yang ikut merasakan dan membantu memulihkan keadaan.

Di samping itu, Bank Indonesia terus memperkuat masa depan nagari melalui Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI). Tahun 2025, beasiswa diberikan kepada mahasiswa S1, D3, dan D4 di delapan perguruan tinggi di Sumatera Barat—350 mahasiswa pada semester I dan 181 mahasiswa pada semester II. Melalui komunitas GenBI, para penerima dibekali berbagai program pengembangan seperti Leader Insight, Capacity Building, pelatihan penulisan, dan Inspire Talks, membentuk mereka menjadi Frontliners, Change Agents, dan Future Leaders. Sejalan dengan pepatah Minang,"Tinggi tampak dari dasar, pandai tampak dari ajaran,".

Beasiswa ini diharapkan menjadi dasar kokoh bagi generasi muda untuk melangkah lebih jauh dan kelak kembali mengabdi bagi negeri.

SUMBAR CREATIVE ECONOMY FESTIVAL (SCF) 2025

Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2025 menjadi panggung terbesar untuk mendorong UMKM naik kelas melalui inovasi, pembiayaan, ekspor, dan digitalisasi. Diselenggarakan pada 12--14 September 2025, SCF menghadirkan kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, komunitas perempuan, dan pelaku UMKM untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nagari.

SCF 2025 merangkul UMKM berorientasi green, recycle, dan local wisdom, sekaligus menghadirkan 10 Top Brand sebagai benchmark dan calon offtaker. Capaian paling signifikan terlihat pada kinerja ekspor: melalui Business Matching bersama Akademi Mudah Ekspor dan Atase Perdagangan Kuala Lumpur, tercapai LoI ekspor senilai USD 831.378 atau Rp13,85 miliar yang diterima 7 UMKM.

Di sisi pembiayaan, financial matching menghasilkan komitmen Rp5,78 miliar, terdiri dari Rp4,05 miliar pembiayaan syariah dan Rp1,72 miliar pembiayaan konvensional. "Nan saciok bak ayam, nan sadanciang bak basi."bermakna langkah bersama yang rapi akan menghasilkan kekuatan yang jauh lebih besar.

Pepatah ini menggambarkan bagaimana kolaborasi lintas pihak dalam SCF melahirkan lompatan besar bagi UMKM Sumbar.Dampak konkret lainnya terlihat dari transaksi penjualan. SCF 2025 mencatat transaksi Rp1,87 miliar, meningkat 842% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh perluasan kanal penjualan digital (Shopee, TikTok Shop, WhatsApp Business), promosi melalui transportasi publik, serta kegiatan kapasitas bagi organisasi perempuan seperti BKOW, Dharma Wanita, IWAPI, dan lain-lain.

Digitalisasi sistem pembayaran turut diperkuat melalui adopsi QRIS Tap pada mayoritas merchant, serta edukasi pembayaran digital dalam rangka campaign BBI, BWI, dan Pelindungan Konsumen. Selain itu, SCF juga mendukung ekosistem syariah melalui penggalangan wakaf produktif yang mencapai Rp76,56 juta, Melalui sinergi kelembagaan, strategi promosi yang agresif, dan keberpihakan pada UMKM hijau serta inklusif, SCF 2025 memperlihatkan bahwa "kekuatan nagari" bukan sekadar slogan, tetapi energi nyata yang menggerakkan UMKM menuju pasar yang lebih luas, lebih modern, dan lebih kompetitif. (rel/mel)

Halaman:
1 2 3 4 5

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: