Korban Banjir Jadi Sasaran Hujatan, Video Viral Putus Bantuan Warga Gurun Panjang

Minggu, 11 Januari 2026, 13:24 WIB | Peristiwa | Kota Padang
Korban Banjir Jadi Sasaran Hujatan, Video Viral Putus Bantuan Warga Gurun Panjang
Derita warga Gurun Panjang, Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seolah tak pernah usai. IST
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

PADANG, binews.id -- Derita warga Gurun Panjang, Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seolah tak pernah usai.

Setelah diterjang banjir bandang dan kehilangan harta benda, mereka kini harus menghadapi luka yang tak kalah perih. Fitnah dan hujatan publik akibat sebuah video viral di media sosial.

Video tersebut menuding adanya aktivitas alat berat yang diduga dipaksa bekerja untuk mengeruk pasir sungai, lalu dijual demi keuntungan pribadi.

Narasi itu menyebar liar, tanpa klarifikasi, tanpa empati dan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Akibatnya, para korban banjir yang tengah mengungsi di sebuah surau justru menjadi sasaran kemarahan netizen.

"Sudah jadi korban bencana, kami malah difitnah dan dihujat," ungkap Ade salah seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Sejak video itu viral, dampaknya begitu nyata. Bantuan dari para donatur perlahan berhenti mengalir. Satu per satu keluarga pengungsi terpaksa meninggalkan surau dan menumpang hidup di rumah kerabat karena tidak sanggup bertahan tanpa bantuan.

Kini, hanya tersisa tiga kepala keluarga yang masih bertahan di surau dengan perlengkapan seadanya, bertahan di tengah keputusasaan.

Tim media turun langsung ke lokasi kemudian menemui Misriadi (50), operator alat berat yang telah sejak awal ditugaskan untuk membantu penanganan pasca-bencana.

Media ini melakukan konfirmasi langsung terkait tuduhan pengancaman pada dirinya. Dengan suara tegas namun penuh kelelahan, ia membantah keras tudingan dalam video viral tersebut.

"Itu fitnah. Tidak pernah ada ancaman kepada saya. Pasir yang dimuat ke truk itu untuk ditimbunkan ke jalan dan halaman rumah warga yang rusak akibat banjir." jelas Misriadi, Jumat (09/01/2026).

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: