Korban Banjir Jadi Sasaran Hujatan, Video Viral Putus Bantuan Warga Gurun Panjang

Minggu, 11 Januari 2026, 13:24 WIB | Peristiwa | Kota Padang
Korban Banjir Jadi Sasaran Hujatan, Video Viral Putus Bantuan Warga Gurun Panjang
Derita warga Gurun Panjang, Kampung Jambak, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, seolah tak pernah usai. IST
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Misriadi menambahkan, penggunaan alat berat pun tidak bisa sembarangan dan harus melalui izin dinas terkait.

"Kalau memang diperlukan, kami lapor dulu pada Dinas yang menyediakan alat ini. Tidak ada jual beli pasir seperti yang dituduhkan," tegasnya.

Sementara itu, Indra (56) warga yang muncul dan disorot dalam video viral mengaku menjadi korban hujatan paling brutal.

Ia dimaki, dituding, bahkan disebut sebagai dalang penjarahan pasir sungai. Padahal, menurut pengakuannya, inisiatif pengambilan pasir murni demi kepentingan warga terdampak.

"Benar, itu inisiatif saya. Ada warga yang minta pasir untuk menimbun jalan dan halaman rumah mereka yang habis dibawa banjir. Bukan untuk diperjualbelikan," ujar Indra.

Sebagai tokoh adat dan Ninik Mamak setempat, Indra mengaku hanya menjalankan tanggung jawab sosialnya.

Diakuinya, Ia berkomunikasi dengan operator dan memastikan izin telah diketahui pihak terkait. Namun di saat itulah, ia direkam secara diam-diam dan diberi narasi menyesatkan oleh oknum yang juga merupakan warga sekitar.

"Kami di sini ada lima KK, semuanya korban banjir dan mengungsi di surau. Tapi justru kami diperlakukan seperti penjahat. Bahkan saya sampai dijemput polisi karena video itu," tuturnya lirih.

Kini, warga Gurun Panjang hanya ingin satu hal dari masalah video tersebut, yaitu kebenaran harus ditegakkan. Mereka berharap publik tidak lagi menghakimi berdasarkan potongan video tanpa konteks dan narasi provokasi tanpa ada konfirmasi ke lapangan.

Mereka juga berharap media dan para pembuat konten bisa lebih jernih dan berimbang sebelum menyebarkan informasi.

"Kami sedang berduka. Mengungsi di surau sejak bencana. Tiba-tiba keluarga kami dijemput oleh polisi karena fitnah di video itu," ucap Kartina (55) dengan suara bergetar.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: