Mr. Assaat Datuak Mudo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Gubernur Mendukung
Diketahui, Mr. Assaat Datuak Mudo lahir di Banuhampu, Kabupaten Agam, pada 18 September 1904. Ia menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950 dengan kedudukan pemerintahan di Yogyakarta. Selain itu, Mr. Assaat juga tercatat sebagai salah satu tokoh pendiri Universitas Gadjah Mada (UGM).
Hamdi menambahkan, pihaknya telah membentuk panitia khusus untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi, termasuk penyusunan buku biografi. IKB Pekanbaru juga telah melakukan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai bagian dari upaya memperoleh pengakuan resmi atas jasa-jasa Mr. Assaat Datuak Mudo bagi bangsa dan negara.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Sumbar, perwakilan Dinas Kebudayaan Sumbar, Ketua Tim IKB H. Akmal Famajra, Wakil Ketua IKB Azhari Syofyan, serta tim penulis biografi Mr. Assaat Datuak Mudo. (bi/adpsb/nov/bud)
Baca juga: Wali Kota Sawahlunto Periksa Kendaraan Dinas DPUPR, Pastikan Aset Tertib dan Operasional Optimal
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Fadly Amran dan BWS V Sinkronkan Program Penanganan Sungai Terdampak Bencana di Kota Padang
- Kunjungi Rumah Contoh, BNPB Nilai Sepablock Cocok untuk Huntap Berkelanjutan
- Sekdaprov Sumbar : Satpol PP dan Damkar Diminta Lebih Responsif
- Peringati Hari Bumi 2026, KAI Divre II Sumbar Perkuat Transportasi Massal Rendah Emisi dan Pemanfaatan Energi Hijau
- Lomba Penulisan Jurnalistik Bank Nagari Diundur hingga 25 April 2026






