Mr. Assaat Datuak Mudo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Gubernur Mendukung
PADANG, binews.id -- Ikatan Keluarga Banuhampu (IKB) Pekanbaru mengusulkan Mr. Assaat Datuak Mudo untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Usulan tersebut mendapat dukungan dari Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah.
Gubernur menyatakan, Mr. Assaat Datuak Mudo merupakan tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa, khususnya pada masa transisi pemerintahan Republik Indonesia pasca Agresi Militer Belanda II.
"Mr. Assaat Datuak Mudo adalah pejuang kemerdekaan sekaligus tokoh Minangkabau yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan Republik Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS)," ujar Mahyeldi di Istana Gubernuran, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, Sumbar dikenal sebagai salah satu daerah yang melahirkan banyak tokoh nasional dan pahlawan bangsa. Persentase pahlawan nasional asal Sumbar bahkan tergolong tinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
Baca juga: Tanamkan Budaya Selamat Sejak Dini, KAI Divre II Sumbar Gelar Edukasi Sapa Sekolah di SDN 04 Gaung
"Dari Ranah Minang lahir tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Haji Agus Salim, Tuanku Imam Bonjol, Rasuna Said, Bagindo Azizchan, hingga Usmar Ismail. Ini menunjukkan kuatnya tradisi perjuangan, integritas, dan semangat kebangsaan masyarakat Minangkabau," ungkapnya.
Oleh karena itu, Mahyeldi mendorong IKB Pekanbaru untuk segera melengkapi dokumen dan persyaratan administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, agar proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional dapat diproses di tingkat pusat.
Sementara itu Ketua IKB Pekanbaru, Muhammad Hamdi mengatakan meskipun secara nama Mr. Assaat Datuak Mudo belum banyak tercatat secara resmi dalam narasi sejarah sebagai Presiden RI, perannya sebagai Presiden Republik Indonesia Sementara pada masa RIS memiliki arti yang sangat penting.
"Dalam kondisi kekosongan pemerintahan pasca penahanan Bung Karno dan Bung Hatta, kepemimpinan Mr. Assaat menjadi penopang utama eksistensi Republik Indonesia. Tanpa peran beliau, tidak tertutup kemungkinan Indonesia kembali jatuh ke tangan Belanda," ujarnya.
Hamdi menegaskan, upaya pengusulan gelar Pahlawan Nasional ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa besar Mr. Assaat bagi bangsa Indonesia.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Fadly Amran dan BWS V Sinkronkan Program Penanganan Sungai Terdampak Bencana di Kota Padang
- Kunjungi Rumah Contoh, BNPB Nilai Sepablock Cocok untuk Huntap Berkelanjutan
- Sekdaprov Sumbar : Satpol PP dan Damkar Diminta Lebih Responsif
- Peringati Hari Bumi 2026, KAI Divre II Sumbar Perkuat Transportasi Massal Rendah Emisi dan Pemanfaatan Energi Hijau
- Lomba Penulisan Jurnalistik Bank Nagari Diundur hingga 25 April 2026






