Sinergi BI Sumbar--Bulog Hadirkan Gerakan Pangan Murah di 104 Kelurahan Kota Padang

Senin, 23 Februari 2026, 15:45 WIB | Ekonomi | Kota Padang
Sinergi BI Sumbar--Bulog Hadirkan Gerakan Pangan Murah di 104 Kelurahan Kota Padang
Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 104 kelurahan se-Kota Padang serta sosialisasi digitalisasi pembayaran atau edukasi QRIS, di kantor BI Sumbar, Senin (23/2/2026). Foto (melba)
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

PADANG, binews.id — Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 104 kelurahan di Kota Padang pada 27--28 Februari 2026. Program ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, menyampaikan bahwa potensi kenaikan harga biasanya terjadi pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, dan bawang merah. Oleh karena itu, BI Sumbar memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Padang dan Bulog untuk memastikan pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Baca juga: Dari Tekanan ke Peluang: Strategi Bank Indonesia Mendorong Kebangkitan Ekonomi Sumbar 2026

"Bank Indonesia bersinergi dengan pemerintah kota dan Bulog sebagai penyuplai komoditas. Kami juga mengerahkan kelompok tani binaan cabai dan bawang merah untuk mendukung kegiatan GPM dan operasi pasar," ujarnya dalam rapat koordinasi persiapan GPM, Senin (23/2/2026).

Selain pelaksanaan serentak di 104 kelurahan, BI Sumbar dan Bulog juga membuka layanan pangan murah di sejumlah lokasi strategis. Kegiatan di Pasar Raya Padang berlangsung selama satu minggu, 23--27 Februari 2026, yang juga disertai layanan penukaran uang. Sementara itu, di Pasar Bawah Bukittinggi kegiatan dilaksanakan selama tiga hari, 24--26 Februari 2026.

Baca juga: Digitalisasi Pembayaran Kian Menguat, QRIS Sumbar Lampaui Target Nasional

Dalam pelaksanaan GPM, masyarakat yang membeli beras akan mendapatkan minyak goreng gratis satu liter yang disupport Bank Indonesia. Transaksi non-tunai menggunakan QRIS akan memperoleh tambahan insentif berupa cabai atau bawang merah.

BI Sumbar juga memberikan tantangan kepada perangkat kelurahan, di mana kelurahan dengan volume penjualan beras dan minyak goreng terbanyak akan mendapatkan hadiah, apresiasi sebagai bentuk motivasi pelayanan kepada warga.

Baca juga: Bank Indonesia Optimistis Inflasi Sumbar Kembali Terkendali pada 2026

Di sisi lain, BI Sumbar turut berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga tarif angkutan agar tidak mengalami kenaikan selama periode Ramadan dan Idulfitri. Langkah ini dinilai penting untuk menekan biaya distribusi serta menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Divisi Regional Bulog Sumatera Barat, Dharma Wijaya, menegaskan Bulog siap mendukung penuh stabilisasi pangan sesuai arah kebijakan nasional. Bulog memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng tanpa pembatasan kuota selama kebutuhan masyarakat masih ada, dengan distribusi yang dinyatakan lancar.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: