Sekdaprov: Transformasi Ekonomi dan Kesiapan Masyarakat Kunci Percepatan Pembangunan Daerah

Kamis, 02 April 2026, 10:59 WIB | Pemerintahan | Kab. Mentawai
Sekdaprov: Transformasi Ekonomi dan Kesiapan Masyarakat Kunci Percepatan Pembangunan...
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi saat mewakili Gubernur sebagai keynote speaker dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2027, Selasa (31/3/2026). ADPIM
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

MENTAWAI, binews.id -- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menegaskan percepatan pembangunan daerah sangat bergantung pada kesiapan masyarakat serta transformasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Hal itu disampaikannya saat mewakili Gubernur sebagaikeynote speakerdalam Musrenbang RKPD Kabupaten Kepulauan Mentawai Tahun 2027, Selasa (31/3/2026).

"Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh kesiapan dan partisipasi aktif masyarakat. Tidak bisa hanya mengandalkan dukungan dari luar," ujarnya.

Arry menjelaskan, khusus di Mentawai, potensi yang dimiliki cukup besar terutama di sektor pariwisata, kelautan, pertanian, dan energi terbarukan. Namun, potensi tersebut belum berdampak signifikan karena ekonomi daerah masih didominasi sektor primer tanpa hilirisasi.

"Transformasi ekonomi berbasis nilai tambah menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia juga menyoroti paradoks pembangunan, di mana indikator sosial membaik, namun pertumbuhan ekonomi relatif rendah. Di Mentawai, kondisi ini terlihat dari rendahnya pengangguran tetapi kemiskinan masih tinggi, yang menunjukkan rendahnya produktivitas masyarakat.

Selain itu, tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur dan konektivitas, rendahnya kualitas SDM, risiko bencana, serta belum meratanya manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Untuk itu, Pemprov Sumbar mendorong arah kebijakan 2027 yang fokus pada transformasi ekonomi, penguatan inklusi sosial, dan ketahanan daerah.

"Strateginya meliputi penguatan UMKM, pariwisata berkelanjutan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur untuk membuka keterisolasian wilayah," jelasnya.

Arry juga menekankan pentingnya investasi yang inklusif dan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Diharapkan ada pergeseran pola investasi dari padat modal ke padat karya, agar manfaatnya langsung dapat dirasakan masyarakat secara nyata.

"Pembangunan harus memberi manfaat nyata bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil," tegasnya.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: