Terbukti Bersalah: Mantan Kepsek, Satu ASN, dan Satu Penjaga Sekolah Divonis Pengadilan Tipikor

PADANG, binews.id - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang, menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada empat terdakwa korupsi. Dalam kasus penyalahgunaan kewenangan atau jabatan pada Aparatur Sipil Negara (ASN), di Madrasah Ibdidaiyah Negeri (MIN) Gumarang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam tahun 2010 hingga 2018.
Keempat terdakwa yang divonis oleh majelis hakim, adalah mantan kepala sekolah (kepsek) Nofiardi tahun 1997 hingga 2010, mantan kepsek Nelwati tahun 2011 hingga 2014, Rustian Aparatur Sipil Negara (ASN) di MIN Gumarang, dan Ujang penjaga sekolah di MIN Gumarang, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim.
Dalam sidang tersebut, keempat terdakwa divonis berbeda-beda. Terdakwa Rustian Bin Nazarudin djatuhkan pidana dengan hukuman selama satu tahun, denda Rp50 juta, dan subsider satu bulan. Terdakwa Nelwati dihukum satu tahun dan terdakwa Nofriadi diputus satu tahun dan enam bulan penjara, dengan denda masing-masing Rp50 juta dan subsider enam bulan penjara.
Sedangkan terdakwa Ujang divonis penjara selama satu tahun dan enam bulan, denda Rp50 juta, subsider bulan kurungan dua bulan kurungan. Tak hanya itu, terdakwa Ujang diwajibkan membayar uang pengganti (up) sebesar Rp149.182.960, jika tidak dibayar maka diganti dengan hukuman pidana penjara (subsider) selama dua bulan kurungan.
"Hal-hal yang memberatkan bahwa perbuatan para terdakwa, tidak membantu program pemerintah, yang sedang genjar-genjarnya membarantas tindak pidana korupsi," kata Agus Komarudin didampingi dengan masing-masing hakim anggota M.Takdir dan Zaleka, saat membacakan amar putusannya, Senin (2/3) malam kemaren.
Majelis hakim berpendapat, perbuatan para terdakwa telah melanggar pasal 3 undang-undang RI Nomor 21 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke (1).
Para terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Wilson Saputra bersama dengan tim, mengaku pikir-pikir atas putusan dari majelis hakim. "Kami dari PH terdakwa bersama tim, pikir-pikir atas putusan ini majelis," ujarnya.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Agam, yakninya Rova Yofirsta, Devitra Romiza bersama tim, juga sependapat dengan PH terdakwa.
Menanggapi hal tersebut sidang majelis hakim, memberikan waktu selama satu minggu. "Baiklah kami berikan waktu satu minggu, untuk menentukan sikap, sidang ditutup," tegasnya.
Dari pantauan awak media di lapangan, sidang dimulai dari sore dan selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Para pengunjung sidang, tampak memadati ruang sidang, untuk melihat proses berjalannya sidang. Selain keluarga para terdakwa yang datang, juga tampak rekan-rekan para terdakwa yang datang.
Tak hanya itu, sekitar 20 orang polisi tampak berjaga di ruang sidang, guna menjaga keamanan dan kenyamanan ruang proses persidangan. Usai pembacaan vonis dari majelis hakim, para terdakwa tampak memeluk keluarganya dan berbincang-bincang. Para terdakwa akhirnya digiring ke sel pengadilan yang berada di lantai satu, selanjutnya menuju ke mobil tahanan, yang telah disiapkan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Dua Orang Pengapload Vidio Viral Penghinaan Institusi Polri Diamankan Polres Agam
- Tiga Pelaku Pencurian Ternak di Agam Diringkus Polisi, Sempat Terjadi Kejadian Tak Terduga
- Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Diringkus, Polres Agam Amankan Benda Ini
- Nekad Bobol Kotak Amal, Pria di Agam Ini Nyaris...
- Penyidik Polres Agam Minta Keterangan Komisioner KI Sumbar