Gubernur Mahyeldi Terima Audiensi Dandim 0312 Padang, Bahas Penguatan Penanganan Bencana di Sumbar
PADANG, binews.id -- Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menerima audiensi jajaran Kodim 0312 Padang di Istana Gubernuran, Senin (11/5/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana penelitian Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI terkait penanganan bencana di Sumbar.
Dalam pertemuan itu, Mahyeldi didampingi Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumbar, Mursalim. Sementara rombongan TNI dipimpin Dandim 0312 Padang Kolonel Inf Ferry Adianto bersama Kazidam I/Bukit Barisan Kolonel Czi Akhmad Safari dan Dansat Hantai Kodaeral Kolonel Laut (P) Cahay Pamungkas.
Kolonel Inf Ferry Adianto menjelaskan, penelitian tersebut merupakan bagian dari program strategis Sesko TNI. Dimana yang akan dijadikan fokus penelitian tersebut adalah pola dalam penanganan bencana, termasuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan kepolisian saat daerah menghadapi bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
"Penelitian ini berkaitan dengan penanganan bencana kemarin, ketika TNI, pemerintah daerah, dan kepolisian terlibat langsung dalam penanganan di lapangan. Kita ingin meneliti apakah pola yang digunakan sudah optimal atau masih memerlukan penyempurnaan," ujarnya.
Baca juga: Sekda Sumbar: Pemprov Akan Bangun Asrama di SMAN 1 Bukittinggi
Selain itu, dalam penelitian tersebut juga akan mengkaji sistem pertahanan semesta di Sumbar, mulai dari kesiapan sumber daya hingga dukungan sarana dan prasarana daerah dalam menghadapi potensi bencana.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mahyeldi memaparkan kondisi geografis Sumbar yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama di sepanjang kawasan Bukit Barisan.
Menurutnya, banjir dan longsor yang terjadi sebelumnya dipicu kiriman air dari beberapa gunung sekaligus, yakni Gunung Marapi, Singgalang, dan Tandikat, yang membawa material batuan ke kawasan permukiman dan lahan pertanian warga.
"Akumulasi curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang jenuh air menjadi pemicu utama terjadinya bencana di sejumlah wilayah Sumbar," jelas Mahyeldi.
Baca juga: Pemkab Padang Pariaman Jajaki Kerja Sama dengan UNP, Bakal Beri Beasiswa Bagi Putra Daerah
Ia juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar bergerak cepat menetapkan status tanggap darurat saat bencana terjadi demi memastikan keselamatan masyarakat dan percepatan koordinasi penanganan di lapangan.
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Polda Sumbar Dipimpin Wajah Baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Gantikan Gatot Tri Suryanta
- Sekdaprov Sumbar: Sumpah PNS adalah Komitmen Moral dan Spiritual, Bukan Sekadar Formalitas
- Wako Fadly Amran Tinjau progres Rehab Rekon Puskesmas Ulak Karang
- Wako Fadly Amran Gelar Exit meeting LKPD 2025 bersama BPK Perwakilan Sumbar
- Kunjungan Kepala Kemenag Padang Yasril Disambut Wako Fadly Amran






