Wali Kota Padang Panjang Terima Penghargaan Dari Menkes

Kamis, 12 November 2020, 12:17 WIB | Gaya Hidup | Kota Padang Panjang
Wali Kota Padang Panjang Terima Penghargaan Dari Menkes
Wali Kota Padang Panjang, Sumatera Barat Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano
IKLAN GUBERNUR

PADANG PANJANG, binews.id -- Walikota Padang Panjang, Sumatera Barat Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano, Jum'at, (13/11), dijadwalkan akan menerima anugerah penghargaan dari Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto

Fadly nan termasuk salah satu kepala daerah muda di Sumbar itu memperoleh penghargaan tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan tahun 2020. "Penghargaan ini akan diserahkan Menteri Terawan kepada Walikota Fadly, secara virtual. Pak wali di ruang VIP Balaikota saja. Sedangkan Pak Menteri di Jakarta," kata Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang Nuryanuwar, di Padang Panjang, Rabu, (11/11).

Lebih lanjut Nuryanuwar menuturkan, dari serangkaian penilaian yang dilakukan Kementerian Kesehatan, Kota Padang Panjang juga diberi penghargaan antara lain, Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) berkelanjutan sebagai Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

Lalu, penghargaan Sanitarian/ petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Terbaik Kabupaten/Kota SBS/ODF kepada Susilawati, SKM dari Puskesmas Gunung Padang Panjang, dalam upaya merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM tahun 2020.

Baca juga: PJ Wako Sonny: Wartawan Penghubung Utama Antara Pemerintah dan Masyarakat

Kemudian juga ada penghargaan untuk Kepala Desa/Lurah terbaik Kabupaten/Kota SBS/ODF, kepada Emrianis, SE, dari Kelurahan Ekor Lubuk, dalam upaya merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM tahun 2020.

Dan terakhir, penghargaan Natural Leader terbaik Kabupaten/Kota SBS/ODF kepada Eliza, S.pd dari Kelurahan Koto Panjang, dalam upaya merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM 2020 "Hal ini bertujuan menumbuhkan rasa kesadaran dan memobilisasi masyarakat, untuk terlibat dalam penyediaan layanan sanitasi berkelanjutan berbasis masyarakat. Sehingga lingkungan pemukiman, bebas dari pencemaran tinja manusia," jelas Nuryanuwar yang akrab disapa Pak Ujang.(rls/bi)

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: