BNPB Pasang Sistem Peringatan Dini Tsunami di Pulau Siberut

Selasa, 24 November 2020, 21:58 WIB | Teknologi | Kab. Mentawai
BNPB Pasang Sistem Peringatan Dini Tsunami di Pulau Siberut
BNPB Pasang Sistem Peringatan Dini Tsunami di Pulau Siberut
IKLAN GUBERNUR

MUARA SIKABALUAN, binews.id -- BNPB telah memasang sistem peringatan dini tsunami di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada November ini. Sistem yang dikembangkan BNPB dan UGM ini diujicobakan dengan melibatkan BPBD dan warga setempat.

Dalam pengujian sistem peringatan dini, Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai melakukan rangkaian simulasi evakuasi tsunami.

Simulasi yang berlangsung pada Senin (23/11/2020), bertujuan untuk menguji sistem yang dibangun untuk menghadapi potensi tsunami di Kecamatan Siberut Utara.

Simulasi evakuasi tsunami merupakan puncak dari serangkaian kegiatan sistem peringatan dini yang dibangun sejak dari tanggal 15 hingga 23 November 2020. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang benar dan akurat dari pemerintah tentang bahaya tsunami melalui sirine yang terpasang.

Baca juga: Polres dan Dinas Pertanian Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Simulasi ini diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan, misal tanggal 26 setiap bulan atau setiap tahunnya. Tentu, ini akan membantu kesiapsiagaan warga setempat dalam menghadapi bencana.

Kepala Seksi Integrasi Pemantauan BNPB, Aminingrum, mengatakan, pengetahuan dan upaya peningkatan kesiapsiagaan bukanlah untuk menakut-nakuti tetapi merupakan suatu upaya untuk melatih mental dan diri dalam menghadapi bencana.

"Adanya simulasi dengan membunyikan sirine itu tidak bermaksud menakut-nakuti warga, simulasi dengan menggunakan sirine dimaksudkan agar warga mendapat informasi yang benar dan akurat dari pemerintah tentang bahaya tsunami," ujar Aminingrum di lokasi pemasangan alat peringatan dini, Muara Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Senin (23/11/2020).

Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan target dalam prioritas nasional untuk pemasangan alat peringatan dini tsunami di Indonesia. Dalam membangun kesiapsiagaan di Kepulauan Mentawai, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada melalui metodelogi sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS) yang terdiri dari 9 tahapan.

Baca juga: Buka Pelatihan Teknis Potensi SAR , Pj Bupati Mentawai Harapkan Potensi Sar Menjadi Agen Perubahan Keselamatan Masyarakat

Kesembilan tahapan tersebut meliputi (1) persiapan, (2) penilaian risiko, (3) sosialiasi bencana tsunami, (4) pembentukan tim siaga, (5) pembuatan denah evakuasi, (6) penyusunan prosedur tetap, (7) pemantauan peringatan dini dan geladi evakuasi, (8) membangun komitmen daerah dan masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan keseluruhan sistem peringatan dini, dan (9) monitoring status fungsi alat.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: