FMM Minta Wisatawan Cina Dipulangkan Ke Negaranya

Senin, 27 Januari 2020, 18:56 WIB | Peristiwa | Kota Padang
FMM Minta Wisatawan Cina Dipulangkan Ke Negaranya
Forum Masyarakat Minang (FMM) saat mendatangi Kantor DPRD Sumbar, Senin, (27/1), (foto. dok)
IKLAN GUBERNUR

Padang, binews.id--Forum Masyarakat Minang (FMM) mendatangi Kantor DPRD Sumbar, Senin ( 27/1/2020), Kedatangan FMM ini tidak lepas atas kehadiran rombongan turis dari Kunming China di Padang Sumatera Barat, melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Minggu (26/1) kemaren. Mereka meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat segera mengambil tindakan untuk memulangkan ratusan wisatawan cina ke negara mereka. Sebab dikhawatirkan wisatawan cina tersebut, membawa virus corona ke ranah minang dan hal ini telah menjadi atensi dunia. Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua FMM Irfianda Abidin mengungkapkan, DPRD Sumatera Barat harus segera menyampaikan pada Pemerintah Provinsi dan biro perjalanan yang membawa wisatawan cina untuk dipulangkan hari ini, Selain itu membatalkan jadwal wisatawan cina berikutnya, hingga wabah virus corona dinyatakan aman oleh World Health Organization (WHO). "Kembali Ia katakan, saat ini seluruh dunia menolak kedatangan wisatawan cina karena takut terpapar bahaya virus corona. Sementara Sumatera Barat malah memberikan izin mereka berwisata disini," katanya Irfianda Abidin saat beraudiensi dengan DPRD Irfianda mengatakan, FMM merasa kecewa dengan sikap gubernur, maupun wali kota dan Bupati yang tetap menerima kunjungan wisatawan cina, ditengah isu virus yang mematikantersebut. "Keselamatan masyarakat kita tidak boleh digadaikan hanya karena pemasukan dari kunjungan wisata," sebutnya. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial mengatakan, pihaknya bersama dengan biro perjalanan sedang mengusahakan agar waktu tinggal wisatawan cina dapat diperpendek. Namun ia tidak dapat memastikan kapan ratusan wisatawan cina asal Kunming itu dapat segera dipulangkan. Sebab tidak semudah yang dibayangkan, karena pesawat yang digunakan sudah dipesan untuk kepulangan tanggal 31 Januari 2020. "Kita tidak bisa melarang karena juga dapat melanggar undang-undang," ungkapnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Irsyad Syafar mengatakan, DPRD Sumatera Barat segera meminta Pemerintah Provinsi memperpendek masa tinggal wisatawan di Sumatera Barat. Selain itu, sementara waktu tidak lagi menerima wisatawan cina yang ingin plesiran ke Sumatera Barat hingga kondisi kembali kondusif. Ia menambahkan,pihaknya pun telah menghubungi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta kejelasan terkait kedatangan wisatawan cina itu. Berdasar informasi yang didapat wisatawan cina dimaksud dalam kondisi yang tidak terpapar virus corona karena telah melalui proses pemindaian suhu tubuh. "Sekarang kondisi kesehatan wisatawan cina itu harus terjaga, guna mengantisipasi suspect corona. (Dewi)

editor: Melba

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: