Jumlah Penduduk Miskin Sumbar Menurun

Padang,binews.id -- Persentase Penduduk miskin di Sumbar mengalami penurunan. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Pitono, dalam pertemuan dengan Jaringan Pemred Sumbar (JPS), di Kantor BPS Sumbar, Padang, Selasa (28/1).
"Secara nasional Persentase penduduk miskin Sumbar pada September 2019 mengalami penurunan dibanding September 2018. September 2019, angka kemiskinan di Sumbar 6,29 persen atau 343.090 orang. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin 5.130 orang, dari 348.220 orang pada Maret 2019," jelasnya.
Persentase penduduk miskin juga mengalami penurunan 0,13 persen dari 6,42 persen pada Maret 2019 menjadi 6,29 persen pada September 2019.
"Secara umum, tingkat kedalaman kemiskinan di daerah pedesaan lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan. Hal ini mengindikasikan bahwa diperlukan effort atau usaha lebih besar untuk mengentaskan kemiskinan di pedesaan dibanding perkotaan".
"Begitu juga tingkat keparahan kemiskinan di daerah pedesaan juga lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Ini juga mengindikasikan bahwa diantara penduduk miskin pun rata-rata pengeluaran per kapita per bulan memiliki variasi atau ketimpangan yang tinggi," ungkap Pitono.
Sementara itu, Indikator strategis pertumbuhan perekonomian nasional dan Sumatera Barat tahun 2019 masih di kisaran 5 persen. Hal ini terjadi akibat perang dagang Cina-Amerika dan berdampak siginfikan pertumbuhan ekonomi global dikawasan Asia Tenggara.
Lebih lanjut, Pitono, menjelaskan kondisi perekonomian Sumbar tahun 2019. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha triwulan III 2019 (y-o-y) masih tertinggi sektor pertanian yang mencapai angka 22,18 persen.
Tingginya PDRB dari sektor pertanian ini hanya menunjang pertumbuhan ekonomi 2,82 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi tertinggi didorong oleh sektor informasi dan komunikasi 10,11 persen dengan PDRB 5,82 persen.
Baca juga: Tabligh Akbar Dalam Rangka HUT Kabupaten Dharmasraya ke 21 diikuti Ribuan Jamaah
Pertumbuhan ekonomi tertinggi lainnya berada di sektor akomodasi & makan minum 9,33 persen dengan PDRB 1,43 persen, serta jasa lainnya 8,30 persen dengan PDRB 1,97 persen.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi
- Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang Bersinergi dengan CIMB Niaga
- Evaluasi untuk Adinata Syariah 2025, Gubernur Mahyeldi Targetkan Sumbar Kembali Raih Juara Umum
- OJK: Likuiditas Perbankan 2025 Masih Ketat, Sektor Pertanian Perlu Digenjot
- Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa Inisiasi Pemprov dan Pertamaina Terkait Stabilisasi Stok BBM