Bank Indonesia Buka Sekolah Lapang Iklim Operasional

AGAM, binews.id - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Wahyu Purnama A bersama Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah resmikan Sekolah Lapang Iklim Operasional (SLIO) di Jorong Babukik Nagari Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sabtu (3/7/2021).
Wahyu Purnama menyampaikan, klaster padi organik telah dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama Dinas Pertanian Kabupaten Agam sejak tahun 2018. Proyek percontohannya adalah Kelompok Tani Usaha Muda pimpinan Yozelendra.
"Tahun ini merupakan tahun ketiga pembinaan untuk klaster padi organik," kata Wahyu dalam siaran pers yang diterima binews.id, Senin (5/7/2021).
Wahyu memaparkan, ada beberapa program kerja yang telah dilaksanakan sebelumnya. Antara lain pelatihan penguatan kelembagaan, pelatihan manajemen pertanian organik sesuai SNI 6729:2016, pelatihan sistem pengendalian internal pengendalian pertanian organik.
Kemudian pelatihan teknologi ramah lingkungan melalui sekolah lapang pertanian organik dan penyelenggaraan Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk sawah tadah hujan dan pemanfaatan padi ladang atau padi gogo.
"Pelatihan tidak hanya diikuti oleh anggota kelompok tani Usaha Muda, namun juga mengikutsertakan kelompok tani di sekitar, baik yang sudah menerapkan budidaya organik maupun yang baru berencana untuk melakukan budidaya organik," terangnya.
Tahun 2021 ini, lanjut Wahyu, kembali dilaksanakan sekolah lapang secara swadaya dengan menambah peserta dari Kelompok Tani Rajo Tigo Selo sebagai perluasan klaster padi organik.
Lebih jauh, Wahyu memaparkan, klaster padi organik dibentuk dengan tahapan-tahapan pengembangan. Fokus saat ini adalah pada peningkatan produksi hasil pertanian.
"Mendukung hal itu, perlu dilakukan pelatihan dan pembinaan petani melalui SLIO. Pelatihan ini bekerja sama dengan BMKG untuk meningkatkan kemampuan petani dalam menyesuaikan diri dengan perubahan iklim," sebutnya.
Melalui SLIO, juga melatih petani menerapkan teknologi pengendalian hama dan penyakit yang lebih efektif dan efisien seiring dengan perubahan iklim yang terjadi. Serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani tentang siklus air dan perubahan iklim dalam bercocok tanam.
Lokasi SLIO yang baru dibuka dilaksanakan pada lahan milik anggota Kelompok Tani Rajo Tigo Selo di Jorong Babukik, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam, mulai bulan Juli sampai November 2021.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Dimasa Reses, Nevi Zuairina Adakan Temu Ramah Bersama Tokoh dan Pelaku UMKM
- Nevi Zuairina Dukung Pelatihan Pembuatan Sabun Skala Rumah Tangga di Kabupaten Agam
- Nevi Zuairina Dukung Program Cocok Tanam Kelompok Tani Bawang Merah 6 Kabupaten Kota Dapil Sumbar II
- Dinilai Lebih Menguntungkan, Gubernur Sumbar Mendukung Pengembangan Sistem Pertanian Organik
- Nevi Zuairina Bicara Pada Sosialisasi Program dan Kebijakan Kemendag: Pemerintah Merespon Kemajuan Digital