Soal Rumdis dan Baju Dinas, Ketua DPRD Sumbar Diminta Mundur Pengunjuk Rasa, Pengamat Sebut Ini Aneh

Rabu, 25 Agustus 2021, 19:30 WIB | Politik | Provinsi Sumatera Barat
Soal Rumdis dan Baju Dinas, Ketua DPRD Sumbar Diminta Mundur Pengunjuk Rasa, Pengamat...
Ketua DPRD Sumbar, Supardi, saat memberikan penjelasan kepada belasan pengunjuk rasa soal rumah dinas dan baju dinas yang sempat menjadi polemik Rabu (24/8/2021). IST/HUMAS
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Aksi pergerakan Mileneal Minang di DPRD Sumbar, Rabu (25/8/2021), menutut agar Ketua DPRD Sumbar, Supardi, mengundurkan diri karena melakukan renovasi rumah dinas, menurut pengamat politik yang juga dosen Fisipol Unand Ilham Adelano Azre sangat aneh.

Karena pembangunan tersebut sudah dianggarkan melalui APBD dan tidak masuk dalam anggaran pribadi dewan, melainkan dalam anggaran eksekutif, atau pemerintah.

Kalau koreksi agar dilakukan pembatalan rehab rumah dinas masih dianggap wajar, meskipun pembatalan tersebut tidak ada dasar hukumnya, namun meminta pimpinan DPRD Sumbar untuk mundur sangat aneh, karena pada tempatnya.

"Anggaran rehab berada di pos anggaran eksekutif, maka jika gubernur mau membatalkan rehab yang sedang berjalan tersebut, dalam kerangka refocusing itu sah-sah saja. Namun tidak ada kewenangan Ketua DPRD Sumbar untuk membatalkannya, karena Ketua DPRD bukan Kuasa Pemegang anggaran atau KPA, juga bukan PPTK, yang KPA dan PPTK itu eksekutif," ulas Ilham Adelano Azre.

Baca juga: Puluhan Mahasiswa Unjuk Rasa ke DPRD Sumbar Jumat Siang, Ini Tuntutannya...!

Dia juga mengatakan, aksi tersebut sebenarnya sah-sah saja, hanya permintaan agar Ketua DPRD Sumbar harus mundur karena itu, merupakan keanehan, karena sebagai pimpinan dewan yang bersangkutan merupakan rekomendasi partainya.

"Ketua DPRD Sumbar itu merupakan rekomendasi dari partai dangak ada urusannya dengan proyek apa-pun, jika gubernur mau batalkan semua proyek saya yakin Ketua DPRD tidak akan menghalangi, karena anggaran ada pada eksekutif, bukan pada legislatif," tegas Azre lagi.

Sekaitan dengan aksi demo, Ketua DPRD Sumbar, Supardi, mengatakan, rehab rumah dinas tidak ada, yang ada hanya rehab selter, ruang kerja dan ruang olahraga, berada di belakang rumah dinas.

Selain itu, saat bukan hanya pembangunan di belakang rumah dinas ketua, termasuk juga saat ini sedang rehab rumah dinas gubernur dan wakil gubernur.

Baca juga: Temui Pengunjuk Rasa, Ketua DPRD Deni Asra Janji Akan Sampaikan Enam Tuntutan Mahasiswa

Berkaitan dengan baju dinas, Ketua DPRD Sumbar, Supardi, juga menerangkan, saat ini sekitar 9000-an ASN dilingkungan Pemprov Sumbar juga mendapatkan baju dinas.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: