ICGCS 2021 Dihadiri 50 Penyaji Berkaliber Ahli

Dr. Adis Duderija, pembicara dari Griffith University dalam sesi presentasinya memaparkan tentang bagaimana interpretasi Al-Qur'an dan Hadist yang berdampak pada pemahaman tentang peran perempuan dan laki-laki yang mengakibatkan munculnya bias gender.
"Dengan banyaknya ahli interpreter laki-laki menjadikan interpretasinya menjadi cenderung patriarki," ujar Adis.
Adis mencontohkan surah An-Nisa', ayat 34 hasil translasi Al-Qur'an oleh Prof.Abdul Haleem yang merupakan pakar translasi Al-Qur'an dari Oxford University memiliki perbedaan translasi dengan konsep qawaamuuna dengan menyebut suami harus menjaga istrinya.
"Sementara Tafsir dari Islam Klasik (Al-Zamakhshari (1070-1143) dalam 4:34 yang menyebut laki-laki adalah pemimpin yang memiliki arti sebagai yang mengarahkan ke kebaikan dan mencegah kepada kekufuran," ujar Adis. (*/bi)
Penulis: Putri
Editor: Adrian Tuswandi
Berita Terkait
- Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Keagamaan
- Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
- UNP Gelar Lokakarya Manajemen Penelitian, Hadirkan Narasumber dari University Malaya
- UNP Gelar Bunkasai XII, Perkenalkan Budaya Jepang Melalui Berbagai Kegiatan
- Efisiensi Anggaran, UNP Pastikan Kualitas Pendidikan Tetap Terjaga dan Tidak Berdampak Pada UKT