UNP Gelar Wisuda ke-124, Diisi Orasi Ilmiah Menag Ri dan Dirjen Pendidikan Vokasi

Rangkaian upacara wisuda ke-124 yang digelar dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat dari Sabtu - Selasa (2-5/10) di Auditorium UNP, dihadiri Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Kemendibudristek), Wikan Sakarinto, S.T, MSc, PhD.
Didepan 3.032 lulusan dari jenjang D-III, D-IV, S-1, S-2 dan S-3 serta Program Profesi Konselor yang berasal dari 10 fakultas dan Pascasarjana Menag Ri, Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan orasi ilmiah tentang perguruan tinggi perlu mengintegrasikan dua komponen, yaitu membangun kesadaran akan konteks pluralisme agama dan budaya, serta perlu tanggap pada tantangan zaman yang terus berubah.
Ia mengatakan Ranah Minang punya filosofi yang sangat terkenal yaitu Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK). Filosofi ini sangat relevan untuk mengimplementasikan moderasi beragama dimanapun. "Dengan filosofi tersebut maka menunjukkan bahwa islam itu ramah terhadap budaya," katanya secara virtual.
Dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Kemendibudristek), Wikan Sakarinto, S.T, MSc, PhD, meresmikan Sekolah Vokasi Univeristas Negeri Padang (UNP) dan mengisi orasi ilmiah dalam rangkaian acara Wisuda UNP ke-124, Selasa (5/10).
Baca juga: Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
Sementara itu, Rektor UNP, Prof Ganefri Ph D, menyampaikan, pidato dengan tema 'Kontribusi Perguruan Tinggi LPTK dalam Menginternalisasikan Nilai-nilai Pancasila Melalui Ranah Pendidikan. Pidato tersebut disampaikan berkaitan dengan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober, yang merupakan momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengingat perjalanan sejarah dalam mempertahankan ideologi negara.
Ia menyampaikan empat hal yang bisa dipetik dari perayaan hari bersejarah tersebut, pertama sebagai upaya memperkokoh peran Pancasila sebagai dasar negara serta ideologi bangsa. Kedua, Kesaktian Pancasila dimaknai sebagai sebuah penghormatan kepada seluruh pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI, sekaligus mengenang jasa pahlawan yang telah gugur.
Ketiga, Kesaktian Pancasila memiliki makna penting untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia tumbuh dan besar sebagai bangsa yang multikultural dan Berbhineka Tunggal Ika. Keempat, Kesaktian Pancasila juga dimaknai sebagai bentuk untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, patriotisme, nasionalisme dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
"Nilai-nilai Pancasila ini perlu diinternalisasikan pada semua warga negara, terutama generasi muda yang dapat dilakukan melalui pendidikan. Dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan saling bekerjasama. Perguruan tinggi menjadi titik sentral dalam membangun peradaban bangsa yang bermartabat dan berkeadilan dalam upaya membina perdamaian masyarakat," katanya.(*/bi)
Baca juga: Efisiensi Anggaran, UNP Pastikan Kualitas Pendidikan Tetap Terjaga dan Tidak Berdampak Pada UKT
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Keagamaan
- Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
- UNP Gelar Lokakarya Manajemen Penelitian, Hadirkan Narasumber dari University Malaya
- UNP Gelar Bunkasai XII, Perkenalkan Budaya Jepang Melalui Berbagai Kegiatan
- Efisiensi Anggaran, UNP Pastikan Kualitas Pendidikan Tetap Terjaga dan Tidak Berdampak Pada UKT