Anggota DPRD Kota Padang Budi Syahrial Nilai Sektor Parkir Belum Terkelola

PADANG, binews.id -- Anggota DPRD Kota Padang, Budi Syahrial, menyatakan, sektor perparkiran di Kota Padang belum terkelola dan terbenahi dengan baik oleh Pemko Padang. Budi Syahrial pun membandingkan pendapatan daerah dari sektor Parkir Kota Padang dengan Kota Pekanbaru Riau yang jauh lebih baik dari Kota Padang.
"Kita bandingkan sendiri, Kota Pekanbaru pendapatan daerah dari sektor perparkirannya jauh lebih baik dari Kota Padang. Hal ini terlihat dari realisasi dari capaian PAD dari sektor parkir yang hanya mencapai 900 juta rupiah dari target sebesar 1,3 M pertahun. Bandingkan dengan Kota Pekanbaru yang capaiannya mencapai 30 Milyar per tahun," ungkapnya Jumat (12/11/2021)
Budi Syahrial menambahkan, tidak terbenahinya sektor perparkiran di Kota Padang sejak Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menjabat sebagai Walikota Padang.
"Semrawutnya PAD di sektor perparkiran sudah terjadi sejak Mahyeldi Ansharullah menjabat sebagai Walikota Padang. Kalo mau membantu membenahi perparkiran di Kota Padang, Gubernur Sumbar harus berkontribusi dalam penertiban parkir liar serta PKL yang berdagang di bahu jalan di Kota Padang," tambahnya.
Baca juga: Tim Klewang Amankan Seorang Juru Parkir
Selanjutnya, Budi Syahrial berharap, Gubernur Sumbar harus memerintahkan Pol PP Sumbar untuk membantu Pol PP Kota Padang dalam hal penertiban, karena personil dari Pol PP Kota Padang sangat terbatas jumlahnya.
"Perwakilan dari pemerintah pusat itu adalah gubernur. Seharusnya Gubernur turut membantu dalam hal penertiban dengan menurunkan Pol PP Sumbar. Pemerintah seharusnya tidak boleh kalah, kerjasamakan dengan forkopimda untuk memberantas oknum parkir liar khususnya yang meresahkan di tempat lokasi wisata di Kota Padang. Jadi, Gubernur Sumbar jangan bisa menyindir saja," ucapnya.
Sebelumnya Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengeluhkan petugas parkir liar yang melakukan pemalakan sehingga meresahkan pengunjung wisata di Kota Padang. Hal ini diungkapkan gubernur saat peresmian hotel Santika Premiere Padang. Kamis (11/11)
"Disaat sektor pariwisata menjadi andalan untuk menggerakkan ekonomi di Sumatera Barat, tetapi petugas parkir belum bersikap ramah kepada pengunjung. Oleh karena itu perlu dilakukan pembenahan agar Sumbar benar-benar siap dalam hal menerima kunjungan wisatawan," ucap Gubernur.
Baca juga: BI Pacu Implementasi Ekonomi Keuangan Digital di Sumbar, BIM Bakal Terapkan Parkir Nontunai
Menanggapi hal demikan, Walikota Padang Hendri Septa berjanji akan melakukan pembenahan dan menindak parkir liar yang meresahkan pengunjung yang datang ke Kota Padang. "Kami telah koordinasikan dengan SK4 untuk mengatasi parkir liar yang meresahkan pengunjung khususnya di tempat wisata di Kota Padang," ucapnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- DPRD Padang Dukung Wacana Surat Keterangan Bebas HIV/AIDS untuk Calon Pengantin
- DPRD Sumbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Gubernur atas Ranperda SPBE
- Wigiyono Gelar Pengajian, Santunan Anak Yatim, dan Sunatan Massal Sambut Bulan Suci Ramadan
- Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tampung Aspirasi Masyarakat Kecamatan Padang Timur
- Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Masyarakat di Hari Terakhir Reses Perseorangan