Begini Aturan Karantina Terkini, Ada Pengecualian Berlaku Terbatas dan Ketat

Ada Pengawasan
Wiku menekankan, pengawasan tetap dilakukan saat WNI menjalani karantina mandiri."Kami memberikan sejumlah syarat yang ketat seperti kewajiban pelaporan hasil RT-PCRpada hari ke-9 karantina dan memastikan pengawasan tetap dilakukan hingga masaakhir karantina."
Karena itu, kata Wiku, setiap pelanggar ketentuan karantina mandiri akan ditindak tegas.Misalnya, dengan mengembalikan lagi ke tempat karantina terpusat. Bila masih tidakkooperatif, berlaku sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 14 UU Wabah PenyakitMenular dan Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan.
Baca juga: Sekda Medison Ikut Zoom Meeting Bersama Mendagari, Bahas Soal Pelantikan Kepala Daerah
Wiku menilai bahwa penanganan serta pengendalian COVID-19 di Indonesia terusmengalami perbaikan dan konsisten berada di tingkat penularan rendah lebih selama 150hari terakhir. Ini tidak lepas dari pemutakhiran dan relaksasi kebijakan yang terusdilakukan untuk mendapatkan upaya terbaik dalam melindungi segenap elemenmasyarakat dari paparan SARS-CoV-2 yang secara alamiah bergerak dinamis.
"Karantina COVID-19 merupakan upaya memisahkan seseorang yang memiliki riwayatkontak dengan kasus positif atau riwayat bepergian ke wilayah yang telah terjaditransmisi komunitas dengan prosedur khusus. Karena itu, kebijakan ini adalah kunci
pencegahan importasi kasus yang harus dipatuhi bersama oleh seluruh lapisanmasyarakat dengan penuh kedisiplinan,"ujar Wiku.
Implementasi kebijakan berlapis yang baik dengan karantina dan testing, menurut Wikuberperan penting dalam mengendalikan kondisi Covid-19 di Indonesia. Terbukti denganrendahnya penambahan kasus dan belum masuknya varian Omicron.
Prinsipnya, kata Wiku, kebijakan akan efektif jika implementasi di lapangan juga baik,dan sangat bergantung dengan kepatuhan setiap individu yang dapat menjadi teladanorang-orang sekitarnya. Karena itu, saat ini pemerintah terus memperbaiki organisasi dan
manajemen satgas pelaku perjalanan internasional.
"Sejatinya, setiap individu warga negara Indonesia ikut bertanggung jawab dengankondisi kasus COVID-19 di Indonesia. Terlebih, individu yang karena situasi dankondisinya diizinkan melakukan karantina mandiri. Jadilah contoh yang baik untuksesama warga Indonesia," ujar Wiku menegaskan. (*/bi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan UNP Laksanakan Praktik Kerja Lapangan di Kepulauan Riau
- Hj. Nevi Zuairina Minta Ada Transformasi Kesehatan dan Pariwisata di KEK Sanur
- PP IPPNU X Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama Gelar Peer Educator Cegah Stunting
- Gubernur Mahyeldi, Direktur dan Rektor UNP Temui Wapres Usulkan Pengembangan RSAM Bukittinggi
- Bio Farma Ajak Perempuan di Kalimantan Tengah Cegah Kanker Serviks
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025