Minggu Pertama Agustus, 13 Komoditas Pangan Alami Penurunan Harga

Jumat, 05 Agustus 2022, 11:36 WIB | Ekonomi | Kota Padang Panjang
Minggu Pertama Agustus, 13 Komoditas Pangan Alami Penurunan Harga
Tiga belas komoditas pangan pada minggu pertama Agustus mengalami penurunan harga dan tidak ada yang alami kenaikan harga. IST
IKLAN GUBERNUR

PADANG PANJANG, binews.id -- Tiga belas komoditas pangan pada minggu pertama Agustus mengalami penurunan harga dan tidak ada yang alami kenaikan harga.

"Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) serta Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) terhadap harga rata-rata 45 komoditas pangan strategis di Pasar Pusat Padang Panjang tidak ada komoditas yang mengalami kenaikan. Namun ada 13 komoditas mengalami penurunan," kata Kabag Perekonomian dan SDA Setdako, Putra Dewangga, S S, M.Si kepada Kominfo, Jumat (5/8).

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan yakni daging sapi turun dari Rp150.000/kg menjadi Rp148.750/kg. Daging ayam brolier turun dari Rp28.000/kg menjadi Rp27.000/kg. Cabai hijau turun dari Rp52.500/kg menjadi Rp51.500/kg. Cabai rawit turun dari Rp60.000/kg menjadi Rp49.750/kg. Cabai merah turun dari Rp90.000/kg menjadi Rp89.125/kg," sebutnya.

Selain itu, bawang merah turun dari Rp40.000/kg menjadi Rp39.250/kg. Bawang putih turun dari Rp24.500/kg menjadi Rp24.250/kg. Kacang hijau turun dari Rp23.250/kg menjadi Rp22.000/kg. Ikan asin teri turun dari Rp82.500/kg menjadi Rp80.000/kg. Wortel turun dari Rp12.000/kg menjadi Rp10.000/kg.

Baca juga: KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran

Bawang daun dari Rp10.000/kg menjadi Rp8.000/kg. Minyak goreng kemasan sederhana turun dari Rp19.000/kg menjadi Rp18.500/kg. Minyak goreng kemasan premium turun dari Rp21.250/kg menjadi Rp20.000/kg.

"Jadi harga komoditas pada minggu pertama Agustus ini banyak mengalami penurunan harga cukup besar," ulasnya.

Penurunan harga ini, sebutnya, karena pasokan komoditas di pasar mulai stabil dan memenuhi kebutuhan permintaan di pasar. "Persentase penurunan komoditas yang terjadi melebihi dari 20% tersebut, tidak mempengaruhi keseimbangan harga di pasaran," tuturnya. (Put)

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: