Pariwara Dinas Kominfo/Infrastruktur

WUJUDKAN JANJI KAMPANYE, SAFARUDDIN-RIZKI CIPTAKAN LOMPATAN BESAR REALISASI INFRASTRUKTUR

Rabu, 07 Desember 2022, 10:26 WIB | Gaya Hidup | Kab. Lima Puluh Kota
WUJUDKAN JANJI KAMPANYE, SAFARUDDIN-RIZKI CIPTAKAN LOMPATAN BESAR REALISASI INFRASTRUKTUR
SAFARUDDIN-RIZKI CIPTAKAN LOMPATAN BESAR REALISASI INFRASTRUKTUR. IST
IKLAN GUBERNUR

Bupati Safaruddin angkat topi dengan kucuran dana yang cukup besar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, sangat membantu untuk merealisasikan visi dan misi daerah. "Alhamdulillah, kita sangat bersyukur dengan alokasi dana besar untuk menunjang berbagai pembangunan di Kabupaten Limapuluh kota," ucap Bupati Safaruddin dihadapan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansyarullah beberapa waktu lalu.

Bagaimana tidak, diawal tahun 2022 Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengucurkan anggaran hingga Rp. 82,8 Miliar untuk membantu percepatan pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota dalam berbagai sektor, diantaranya Rp. 5,8 Miliar untuk sektor pendidikan, sektor kesehatan sebesar Rp. 7,5 Miliar, sektor kehutanan Rp. 4,9 Miliar, selanjutnya di sektor Koperasi dan UMKM sebesar Rp. 1,5 Miliar, perkebunan Rp. 7,5 Miliar, dan sektor pariwisata sebesar Rp. 8,3 Miliar serta beberapa sektor lainnya.

Pembangunan infrastruktur tak melulu soal prasarana jalan. Irigasi dan lahan pertanian warga juga jadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Daerah ini berhasil menggaet pembiayaan Bank Pembangunan Asia/ADB senilai Rp. 3,5 Miliar. Kolaborasi Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Sumbar, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota plus partisipasi masyarakat, kerusakan bangunan irigasi Batang Lampasi sejak Juli 2021 mulai ditangani. Para petani di Jorong Koto Baru Simalanggang dan sekitarnya, yang mengandalkan sumber air irigasi Batang Lampasi untuk usaha taninya kini bisa tersenyum lagi.

Baca juga: Bupati Pasaman Sabar AS Berharap Momentum Isra' Mikraj Mampu Meningkatkan Iman dan Taqwa

Bangunan irigasi sepanjang 1.300 meter sudah dinyatakan pulih kembali. Tidak hanya berhenti disitu, pembangunan jaringan irigasi Sandaran Bubua di Nagari Sariak Laweh, dengan pagu kontrak sebesar Rp. 916 juta juga juga telah memasuki tahap akhir, waktu pelaksanaannya adalah 150 hari kalender, terhitung tanggal kontrak 1 Juli 2022. Kemudian Daerah Irigasi (DI) Sarasah Tanggo di Dusun Taratak, Jorong Sarilamak, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau meliputi saluran sepanjang 500 meter, dengan lebar 75 cm-100 cm dengan pagu kontrak senilai Rp. 558 juta lebih. "Saya berharap pembangunan irigasi ini dapat membantu masyarakat banyak dan juga dapat mendukung pelaksanaan program-program yang direncanakan dalam RPJMD 2021-2026", kata Bupati Safaruddin.

Jurus lain yang dipakai Bupati Safaruddin adalah bagaimana meningkatkan Dana Alokasi Khusus (DAK). Karena sedari dini disadari, kue APBD Kabupaten serta Pendapatan Asli daerah (PAD) yang tergolong rendah, tak akan pernah sanggup merealisasikan kebutuhan warga akan infrastruktur untuk memperlancar roda perekonomian. "Jadi, kita harus ekstra kerja keras meyakinkan pusat melalui kementerian teknis maupun perangkat daerah di Pemprov Sumbar," beber Bupati Safaruddin.

Kegigihan Limapuluh Kota di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin untuk menggenjot peningkatan infrastruktur pun diamini Kepala Dinas PUPR Rilza Hanif. "PUPR selalu diinstruksikan untuk mempercepat serapan anggaran. Bahkan Pak Bupati sering cek langsung kemajuan pekerjaan di lapangan, dan selama melaksanakan DAK, pada tahun 2022 alokasinya meningkat pesat," terang Kadis PUPR Rilza Hanif.

Memang, menurut Rilza Hanif memasuki tahun kedua kepemimpinan Safari tercipta lompatan besar realisasi infrastruktur. Seperti fasilitasi DAK Reguler Kementerian PUPR, dengan komposisi Rp. 15,5 miliar untuk ruas jalan Tanjung Bungo-Baruah Gunung-Simpang Sungai Dodok dan Rp. 1,15 miliar untuk ruas jalan Simpang Mangkirai. Setidaknya ada tiga alasan untuk hal ini, mendukung kawasan agrowisata "Kampuang Sarugo" dengan sentra Jeruk Siam Gunuang Omeh, serta mendukung Proyek Strategi Nasional Pembangunan Monumen Bela Negara, Koto Tinggi, yang mempersyaratkan Limapuluh Kota untuk meningkatkan akses jalan ke monumen yang bakal menjadi ikon baru Limapuluh Kota. Dan jangan lupakan, tekad Bupati Safaruddin dan Bupati Pasaman Benny Utama untuk menghubungkan Bonjol, Pasaman-Pua Data, Limapuluh Kota merupakan hal yang tidak terpisahkan dengan peningkatan jalan di kawasan Gunuang Omeh. "Inshaa Allah Tahun 2023 Bonjol dan Pua Data akan terhubung," ujar Bupati Safaruddin.

Jargon "Membangun Kabupaten Limapuluh Kota Dari Pinggir", tak berhenti hanya membenahi ruas jalan provinsi Sialang-Galugua-Tanjung Jajaran, Kapur IX di ujung Kabupaten Limapuluh Kota. Wilayah pinggiran Kota Payakumbuh sekaligus berbatasan dengan Kabupaten Agam, tepatnya di Kecamatan Akabiluru juga dilirik dengan membangun prasarana jalan dengan total anggaran dari APBD Limapuluh Kota sebesar Rp. 4 miliar. Pembangunan jembatan Lubuak Batu Sabolah, Kecamatan Gunuang Omeh yang merupakan penghubung antara Jorong Sungai Mangkirai dan Jorong Koto Marapak, dengan menelan biaya sebesar Rp. 2,3 miliar juga telah tuntas dikerjakan.

Selesainya pembangunan jembatan itu awal 2022 lalu menyisakan kesan mendalam bagi Bupati Safaruddin. "Peresmian jembatan Lubuak Batu Sabolah merupakan konstruksi bangunan pertama yang diresmikan periode kepemimpinan Safaruddin-Rizki," kata Bupati Safaruddin kala itu.

Terkait pembangunan infrastruktur di wilayah kerjanya, Camat Gunuang Omeh Muhammad Rifki, berharap dengan adanya pembangunan dan perbaikan infrastruktur secara bertahap ini nantinya akan berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata. Terlebih dengan adanya Pembangunan Monumen Nasional "Bela Negara/PDRI". Bercerita tentang tahapan Pembangunan Monumen Nasional "Bela Negara/PDRI", pada September telah diterjunkan Tim Kajian Amdal jalan tembus ke Bonjol, Pasaman. Termasuk Dinas Cipta Karya dan Binamarga Sumbar, pun semakin mematangkan pengembangan kawasan PDRI di lahan 60 hektar.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: