Dukung Kemandirian Kelayan PSKW Andam Dewi, FKIKSP Berikan Pelatihan Buat Mie Sehat

PADANG, binews.id -- Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) memberikan pelatihan pembuatan mie sehat kepada Kelayan Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi, Arosuka, Kabupaten Solok, Sumbar, Kamis (10/8/2023).
Bertempat di Aula UPTD PSKW Andam Dewi, pelatihan pembuatan mie sehat itu dilakukan disela-sela kunjungan Sosial FKIKSP dengan tema "Tebar Kebahagiaan Bersama FKIKSP-CSR Semen Padang Peduli". Pelatihan tersebut, diikuti antusias puluhan kelayan yang ada di PSWK Andam Dewi.
Pelatihan tersebut, turut dihadiri oleh Penasehat FKIKSP Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes, dan drg. Nestrauza Nasroel, Ketua Umum FKIKSP Dina Very Sarvino, pengurus FKIKSP dan Kepala UPTD PSKW Andam Dewi Djefrizal Amir.
Rizanda Machmud mengatakan, kunjungan ke PSKW Andam Dewi ini merupakan salah satu program sosial dari FKIKSP yang rutin digelar setiap tahun. Bahkan tahun lalu, FKIKSP juga mengunjungi Panti Sosial Bina Grahita Harapan Ibu (PSBGHI) yang berada di Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Baca juga: Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Tim TRC PB Kota Padang Diberikan Pelatihan
"Kunjungan sosial ini program rutin FKIKSP setiap tahunnya. Untuk tahun ini, kami kunjungi PSKW Andam Dewi. Kunjungan ini bertujuan untuk membantu agar para kelayan yang ada di panti ini bisa mandiri. Terutama, ketika mereka kembali ke keluarganya setelah menjalani rehabilitasi di panti ini," kata Rizanda.
Istri Dirut PT Semen Padang itu juga menyampaikan alasan kenapa pelatihan pembuatan mie diberikan kepada kelayan di PSKW Andam Dewi. Kata dia, hal itu berawal dari adanya kegiatan keterampilan membuat mie sehat yang dilakukan oleh anggota FKIKSP.
Dari kegiatan terampilan itu, ternyata diketahui bahwa mie sehat yang dibuat anggota FKIKSP cukup diminati oleh keluarganya. Bahkan, ada juga anggota FKIKSP yang menjadikan mie sehat sebagai usaha online. Dan tentunya, mie sehat ini jauh beda dengan mie instan di pasaran.
"Mie instan di pasaran itu hanya untuk kenyang. Kalau kebanyakan bisa sakit maag. Sedangkan mie sehat ini adalah mie yang dimodifikasi dengan dicampur sayur mayur seperti wortel, sayur bayam dan lain-lain. Buatnya juga mudah, butuh waktu 30 menit," ujarnya.
Baca juga: Disdik Dharmasraya Gelar Pelaatihan Penulis Buku Ajae Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau
Ketua Umum FKIKSP Dina Very Sarvino menambahkan bahwa selain memberikan pelatihan, FKIKSP juga memberikan peralatan dan bahan-bahan pembuatan mie sehat. Tujuannya, agar pelatihan pembuatan mie sehat ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Kota Padang Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Bimtek Branding Digitalisasi
- Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang Bersinergi dengan CIMB Niaga
- Evaluasi untuk Adinata Syariah 2025, Gubernur Mahyeldi Targetkan Sumbar Kembali Raih Juara Umum
- OJK: Likuiditas Perbankan 2025 Masih Ketat, Sektor Pertanian Perlu Digenjot
- Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Chissa Inisiasi Pemprov dan Pertamaina Terkait Stabilisasi Stok BBM