KWT Pedagang Sayur Keliling Adakan Bimtek Sociopreneur UMKM Produk Kale

PADANG PANJANG, binews.id -- Kelompok Wanita Tani (KWT) Pedagang Sayur Keliling adakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bersama Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang, Ssabtu (12/8) di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 20 peserta ini, diisi dengan materi mengenai pengelolaan produk UMKM berbahan sayur kale sebagai salah satu komoditas sayur di Kota Padang Panjang untuk dipasarkan melalui e-Commerce.
Beragam olahan kale yang tersedia di antaranya agar-agar kale, dendeng kale dan mi kering kale. Selain produk olahan, KWT Pedagang Sayur Keliling juga menyediakan sayuran segar dan bibit tanaman.
Ketua TP-PKK Kota, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP saat membuka kegiatan bertema "Membangun Jiwa Sociopreneurship Berbasis e-Commerce UMKM Produk Kale Kota Padang Panjang Diera Literasi Digital" ini menyebutkan, pertanian berperan sebagai kontributor terbesar dalam pengentasan kemiskinan jika bisa dioptimalkan dengan baik.
Baca juga: Wabup Candra Buka Musda DPD KNPI Kabupaten Solok ke XIV Tahun 2025
"Petani saat ini harus melek dengan teknologi, agar bisa membuat inovasi kreatif sehingga bisa memasarkan produk secara digital. Kemudian pemanfaatan e-Commerce diharapkan pelaku usaha bisa memperoleh pelanggan dan meningkatkan penjualan melalui internet," ungkapnya.
Dokter Dian juga mengapresiasi kegiatan ini karena kale yang memiliki peranan penting dalam pencegahan stunting dan memiliki banyak nutrisi. Serta pencegahan beragam penyakit, seperti jantung, permasalahan mata dan kanker.
"Semoga kale akan menjadi ikon Padang Panjang dan bisa berkembang dengan lebih baik lagi dimasa yang akan datang," harapnya.
Sementara Eliza, S.E, M.Si selaku ketua pelaksana menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan UMKM produk kale agar dapat mengembangkan kale dengan inovasi serta variasi dari pengolahan tanaman kale.
Baca juga: Wawako Padang Maigus Nasir Cek Kondisi Sungai Maransi yang Sering Meluap
Ditambahkannya, era Industry 4.0 dan Society 5.0 yang menjadi sebuah keharusan untuk memperbarui dan meningkatkan agar dapat beradaptasi dengan perubahan.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- 30 Pelaku Ekonomi Kreatif Ikuti Workshop Pengembangan Strategi Bisnis
- Inflasi Rendah, Pemda Tetap Diminta Waspadai Kenaikan Harga Bahan Pokok
- Cabai Rawit, Bawang Daun dan Seledri Turun Harga
- Festival Pasar Ekraf dan Hari Keselamatan Berlalu Lintas akan Digelar di Padang Panjang
- Pemko dan Polres Lakukan RAM Cek dan Tes Urine Sopir Kendaraan Umum