Atasi Dampak El Nino, Padang Panjang Diminta Koordinasi Ketersediaan Beras dengan Bulog

Selasa, 15 Agustus 2023, 09:42 WIB | Ekonomi | Kota Padang Panjang
Atasi Dampak El Nino, Padang Panjang Diminta Koordinasi Ketersediaan Beras dengan Bulog
Guna mengantisipasi dampak El Nino, Pemerintah Daerah termasuk Pemko Padang Panjang diminta berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat mengenai ketersediaan beras. IST
IKLAN GUBERNUR

PADANG PANJANG, binews.id -- Guna mengantisipasi dampak El Nino, Pemerintah Daerah termasuk Pemko Padang Panjang diminta berkoordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat mengenai ketersediaan beras.

"Presiden Joko Widodo sudah minta cadangan beras di Bulog harus 2 juta ton untuk antisipasi dampak El Nino. Pemerintah Daerah, agar langsung koordinasi dengan Bulog di daerah masing-masing," sebut Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, Senin (14/8).

Rakor tersebut diikuti Asisten II, Ewasoska, S.H bersama Forkopimda, kepala OPD terkait serta Kabag Perekonomian dan Seumberdaya alam, Putra Dewangga, S.S, M.Si via Zoom Meeting di Ruang VIP Balai Kota.

Berdasarkan data Bulog per 11 Agustus, realisasi dan penyaluran beras nasional saat ini untuk pengadaannya berjumlah 1.974.477 ton. Sedangkan penyalurannya berjumlah 1.373.349 ton.

Baca juga: BNPB Pastikan Dampingi Terus Daerah Terdampak Bencana Banjir Bandang

Sementara itu berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), saat ini BUMN Pangan sebagai perpanjangan tangan pemerintah hanya memiliki stok pangan yang sangat kecil dibandingkan kebutuhan bulanan nasional. Sehingga tidak dapat melakukan intervensi untuk stabilisasi pasokan dan harga hulu-hilir. Untuk itu Bapanas mengimbau agar masyarakat stop boros pangan.

Sementara Putra Dewangga menyebutkan, menanggapi imbauan mendagri itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Padang Panjang dalam waktu dekat akan segera berkunjung ke Bulog Cabang Bukittinggi untuk memastikan stok beras yang tersedia.

Di sisi lain, katanya, Indeks Perkembangan (IPH) Padang Panjang untuk minggu kedua Agustus minus (-) 1,253 atau berfluktuasi sedang (penurunan). Komoditi utama yang berkontribusi untuk fluktuasi ini adalah daging ayam ras, bawang merah dan cabai merah.

Disampaikan Putra, pada minggu kedua ini, secara umum harga-harga 51 komoditi relatif stabil. Fluktuasi terjadi pada 13 komoditi. Dengan rincian, lima komoditas mengalami kenaikan harga dan delapan komoditas mengalami penurunan harga. Selebihnya stabil diharga. sebelumnya. "Komoditas utama berfluktuasi ringan, tidak ada yang naik atau turun terlalu tinggi," tutupnya. (bi/put)

Baca juga: Kepala BNPB Komitmen Dampingi Sumbar Selama Masa Tanggap Darurat

Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: