Terkait BLT Tahap II, Hidayat: Gubernur Sumbar Jangan Lebay Dong !

PADANG, binews.id --- Akhirnya Hidayat angkat bicara pasca respon Gubernur Sumbar atas permintaannya agar Pemrov Sumbar melanjutkan program BLT tahap II setelah pembayaran BLT tahap I untuk April, Mei dan Juni ini selesai dibayarkan.
Hidayat mengaku perlu menjawab respon Gubernur yang justru menyebut dan mempertanyakan tudingan anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Gerindra Hidayat yang menyebut Pemprov Sumbar tidak akan melanjutkan BLT tahap II sebagaimana direlis dibeberapa media terbitan Selasa, 9 Juni 2020.
Pada berita, Gubernur IP menyebutkan bahwa Pemrov Sumbar sampai kini belum membuat keputusan apapun soal BLT tahap kedua, Ia juga belum pernah membuat pernyataan melakukan penundaan atas pembatalan BLT tersebut.
Gubernur juga mengaku bingung dengan pernyataan anggota DPRD tersebut, "Siapa yang membuat keputusan itu, dan siapa yang menunda itu," kata Hidayat mengutip isi berita langgam yang tayang Selasa, 9 Juni 2020 sebagai salah satu contoh.
Baca juga: Paripurna DPRD Sumbar, Fraksi Gerindra Dukung Penerapan SPBE untuk Layanan Publik yang Lebih Efisien
Kepada media, Hidayat menyampaikan klarifikasinya atas pertanyaan Gubernur siapa yang memuat keputusan itu, "Justru Gubernur yang menyatakan sebagaimana termuat dalam berita Harian Singgalang Senin 8 Juni 2020. Pada berita itu saya kutip lengkap Gubernur mengatakan bahwa, meski pemerintah pusat menjadikan bantuan sosial berlanjut hingga Desember 2020 dengan nilai dikurangi menjadi Rp300 ribu/KK, Pemprov Sumbar tidak mengikuti langkah tersebut, "Tidak, cukup untuk tiga bulan saja sebut Gubernur Irwan Prayitno.
Nah, pernyataan ini kan bermakna bahwa Pemrov sudah menutup peluang akan melanjutkan BLT, dengan kalimat cukup untuk tiga bulan saja, walau akhirnya pada bantahan berita selanjutnya Gubernur menyebut akan menungu petunjuk dari pemerintah pusat.
Kemudian pada lead berita berjudul Pemprov Tidak Tambah Bansos itu saya kutip lengkap, Pembatasan Sosial Bersakala Besar berakhir di Sumbar Minggu (7/6). Sejalan dengan itu bantuan sosial bagi masyarakat cukup tiga bulan saja. Tidak ditambah
"Saya rasa dari kutipan di atas sangat jelas maknanya bahwa Gubernur menyatakan tidak akan melanjutkan bantuan sosial. Kenapa Gubernur begitu cepat lupa ingatannya. Sebagai Gubernur jangan lebay dong atau terlalu over reaktif," tanya Hidayat.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Sumbar Evy Yandri Bagikan Hadiah pada Peringatan HPSN 2025 di Pantai Air Manis
Terus dalam berita itu Gubernur juga menyatakan alasan tidak bertambahnya bantuan sosial tersebut mengingat keuangan Pemprov Sumbar yang juga membutuhkan banyak anggaran untuk kegiatan lainnya. Seperti Pilkada dan sejumlah kegiatan lain yang juga menyedot anggaran.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Kembali Serah Terima Bantuan Tanggung Jawab Sosial di Pasaman, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota
- DPRD Sumbar Gelar Paripurna dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Gubernur Soal Ranperda Kehutanan Sosial
- Paripurna DPRD Sumbar Jawaban Terhadap 3 Ranperda, Suwipen Sebut Begini!
- Ini Tanggapan Gubernur Soal Pandangan Fraksi-fraksi Tentang APBD 2022
- Fraksi Gerindra Sumbar Pertanyakan Sejumlah Hal Kepada Gubernur, Covid-19 Hingga Temuan BPK RI