Kurangnya Kesadaran Masyarakat tentang Corona, CPPC Siapkan Formula Kendalikan Covid-19 di Sumbar

Jumat, 21 Agustus 2020, 07:38 WIB | Kesehatan | Provinsi Sumatera Barat
Kurangnya Kesadaran Masyarakat tentang Corona, CPPC Siapkan Formula Kendalikan Covid-19...
CPPC Siapkan Formula Kendalikan Covid-19 di Sumbar, Tingkatakan Kesadaran dan Pemahaman Masyarakat tentang Corona Virus
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id - Covid-19 makin menjadi ancaman nyata, apalagi positivity rate Sumbar mengalami tren kenaikan. Jika tidak bisa dikendalikan,maka Sumbar bisa menjadi zona merah penyebaran Covid 19.

Tiga lembaga negara di Sumbar, Ombudsman, Komisi Informasi dan Komnas HAM, yang membentuk Cluster Pengawasan Penanganan Covid 19 (CPPC) Sumbar, menggelar diskusi secara virtual untuk mencari formula menekan penyebaran covid 19 pada Kamis (20/8).

Dalam diskusi itu, dr Andani Eka Putra yang didaulat sebagai pembicara utama, menyebut harus dilakukan edukasi secara masif kepada masyarakat tentang covid 19 ini.

"Dari tingkat atas sampai ke nagari dan jorong harus dilakukan penyadaran ke masyarakat, dan semua lini harus bergerak, namun yang paling penting tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah harus paham tentang covid 19 ini," jelas dr Andani.

Baca juga: KAI Divre II Sumbar Gelar Ramp Check untuk Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Angkutan Lebaran

dr Andani juga menegaskan dalam memutus penyebaran harus dilakukan 5P yaitu pendidikan, pelacakan, pemeriksaan, pengobatan dan pengkarantinaan.

Sementara plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman menyebut sudah melakukan upaya edukasi tersebut. Namun banyak kendala yang dihadapi di tengah masyarakat.

"Di kampung kampung, masyarakat terjebak dengan pemikiran yang salah tentang covid 19 ini, seperti virus tidak menyerang petani tapi hanya pejabat, ini terjadi di lapangan. Di Solsel kita merekrut edukator untuk memberikan edukasi ke masyarakat," terang Abdul Rahman.

DR Sari Lenggogeni yang hadir sebagai pembicara menekankan kepada lemahnya kepercayaan masyarakat, karena termakan informasi hoaks.

Baca juga: KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tidak Ngabuburit di Jalur Kereta Api Demi Keselamatan

"Edukasi memang jadi jalan terbaik, saya sendiri mengalami bagaimana masyarakat tidak mau melakukan swab karena takut, mereka berpikir swab itu sakit, banyak informasi salah yang dipercaya oleh masyarakat," tukas Riri, panggilan akrabnya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: