Masifkan GPM, Wujud Kolaborasi Bank Indonesia, Bulog dan Pemprov Sumbar Stabilkan Harga Pangan
PADANG, binews.id - Harga cabai merah keriting di Sumatera Barat mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai yang sebelumnya berkisar Rp32 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp70 ribu bahkan Rp100 ribu, dan ini bervariasi di kabupaten kota se Sumatera barat.
Kenaikan ini dipicu oleh turunnya produksi cabai akibat serangan virus yang melanda hampir seluruh sentra produksi penghasil cabai di Indonesia, termasuk Sumatera Barat. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan berkurang dan harga di tingkat pasar meningkat tajam.
Baca juga: Inflasi Sumbar Maret 2026 Melandai, BI Sebut Upaya Pengendalian Harga Efektif
Kepala Dinas Pangan Sumatera Barat, Iqbal Ramadi Payana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya memenuhi kebutuhan cabai dengan mendatangkan pasokan dari daerah lain. Namun, penurunan produksi secara nasional membuat suplai dari luar provinsi masih sangat terbatas.
"Beberapa hari lalu kami menggelar operasi pasar cabai merah dengan mendatangkan pasokan dari Jawa Tengah. Sebenarnya kita mengajukan dua ton, tetapi ketersediaannya hanya 700 kilogram. Ke depan, kerja sama akan diperluas dengan Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan," ujarnya.
Baca juga: Inflasi Sumbar Februari 2026 Terkendali di Level 0,3 Persen, Lebih Rendah dari Nasional
Iqbal menambahkan, sepanjang Januari hingga September 2025, Pemerintah Provinsi Sumbar telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui mobil keliling Toko Tani Indonesia Center (TTIC) sebanyak 720 kali. Selain itu, GPM berbasis permintaan di kabupaten/kota juga digelar sebanyak 46 kali.
Upaya ini diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan harga cabai lebih terjangkau meski pasokan masih terbatas.
Baca juga: TPID Padang Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Nataru dan Pasca Bencana Hidrometeorologi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna menekan laju inflasi pangan. Upaya ini dilakukan melalui penetapan titik pasokan serta program Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kabupaten/kota.
Kepala BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengatakan langkah tersebut menjadi salah satu strategi utama menjaga stabilitas harga. "Kami terus mendorong agar harga pangan bisa turun melalui penetapan titik pasokan dan program GPM," ujarnya saat Media Briefing Pengendalian Inflasi Sumbar di Kantor BI Sumbar, Selasa (30/9/2025).
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Efisien, Transparan, dan Ramah Lingkungan, KAI Divre II Sumbar Optimalkan Penggunaan BBM untuk Mobilitas Masyarakat
- Wagub Vasko Dorong Kab/Kota di Sumbar Tiru Langkah Pariaman Perluas Pasar Produk Pangan
- Sinergi Berkelanjutan, OJK dan Universitas Andalas Sepakati Nota Kesepahaman Baru
- Jaga Kualitas Layanan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Divre II Sumbar Lakukan MCU Rutin bagi Pekerja
- OJK Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai di Dharmasraya






