DPRD Padang Desak Pengawasan Ketat Penebangan Hutan, Jangan Tunggu Banjir Bandang Terulang

Senin, 08 Desember 2025, 18:08 WIB | Ragam | Kota Padang
DPRD Padang Desak Pengawasan Ketat Penebangan Hutan, Jangan Tunggu Banjir Bandang Terulang
Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menegaskan pentingnya peran Pemerintah Kota Padang dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas penebangan di kawasan hutan kota. ist
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

"Banjir rob sudah menghantui warga sepanjang bibir pantai. Kalau mangrove terus rusak, ancamannya akan lebih parah," paparnya.

Dampak lain yang turut disorot adalah sektor pariwisata dan perikanan. Helmi menyebutkan bahwa kenaikan permukaan air laut turut mempercepat abrasi pantai, sementara peningkatan suhu laut dapat merusak terumbu karang sehingga berdampak pada hasil tangkapan nelayan.

"Ketika suhu laut meningkat, terumbu karang bisa mati dan ikan akan pindah. Nelayan semakin sulit mencari ikan. Hutan mangrove sangat berjasa menahan abrasi dan kenaikan air laut," jelasnya.

Helmi menambahkan, keberadaan mangrove juga berperan penting dalam mitigasi bencana tsunami. Sebagai daerah yang berada pada zona rawan, Kota Padang membutuhkan benteng alami yang mampu memperlambat laju gelombang ketika mencapai daratan.

"Kita tidak bisa menghentikan tsunami, tetapi mangrove dapat membantu memperlambat arus ketika mencapai daratan," tutupnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Padang, Rafdi, menegaskan perlunya penegakan hukum terhadap aktivitas penebangan liar yang diduga menjadi pemicu bencana.

"Bencana alam ini adalah peringatan alam atas keserakahan manusia. Karena itu, aparat penegak hukum harus menelusuri penebangan hutan yang terjadi di Kota Padang," ujarnya. (bi)

Halaman:
1 2

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: