DPRD Padang Desak Pengawasan Ketat Penebangan Hutan, Jangan Tunggu Banjir Bandang Terulang
"Banjir rob sudah menghantui warga sepanjang bibir pantai. Kalau mangrove terus rusak, ancamannya akan lebih parah," paparnya.
Dampak lain yang turut disorot adalah sektor pariwisata dan perikanan. Helmi menyebutkan bahwa kenaikan permukaan air laut turut mempercepat abrasi pantai, sementara peningkatan suhu laut dapat merusak terumbu karang sehingga berdampak pada hasil tangkapan nelayan.
"Ketika suhu laut meningkat, terumbu karang bisa mati dan ikan akan pindah. Nelayan semakin sulit mencari ikan. Hutan mangrove sangat berjasa menahan abrasi dan kenaikan air laut," jelasnya.
Helmi menambahkan, keberadaan mangrove juga berperan penting dalam mitigasi bencana tsunami. Sebagai daerah yang berada pada zona rawan, Kota Padang membutuhkan benteng alami yang mampu memperlambat laju gelombang ketika mencapai daratan.
"Kita tidak bisa menghentikan tsunami, tetapi mangrove dapat membantu memperlambat arus ketika mencapai daratan," tutupnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Kota Padang, Rafdi, menegaskan perlunya penegakan hukum terhadap aktivitas penebangan liar yang diduga menjadi pemicu bencana.
"Bencana alam ini adalah peringatan alam atas keserakahan manusia. Karena itu, aparat penegak hukum harus menelusuri penebangan hutan yang terjadi di Kota Padang," ujarnya. (bi)
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Sekdaprov Sumbar : Satpol PP dan Damkar Diminta Lebih Responsif
- Peringati Hari Bumi 2026, KAI Divre II Sumbar Perkuat Transportasi Massal Rendah Emisi dan Pemanfaatan Energi Hijau
- Lomba Penulisan Jurnalistik Bank Nagari Diundur hingga 25 April 2026
- 108 ASN Pemprov Sumbar Bersiap ke Tanah Suci, Sekdaprov Ingatkan Jaga Marwah Daerah
- Wako Fadly Amran Ajak Keluarga Solok Saiyo Sukseskan Progul Smart Surau






