.Limbah Batu Bara Jadi Perhiasan Bernilai Tinggi, Wali Kota Sawahlunto Dukung Penguatan Ekosistem Kreatif

Rabu, 11 Februari 2026, 11:45 WIB | Kesehatan | Kota Sawahlunto
.Limbah Batu Bara Jadi Perhiasan Bernilai Tinggi, Wali Kota Sawahlunto Dukung Penguatan...
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra beraudiensi dengan owner industri kreatif Legam Jewelry, Alvinska Octaviana, Selasa, 10 Februari 2026. HUMAS
IKLAN BANK INDONESIA KAS KELILING

Sawahlunto, binews.id — Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra beraudiensi dengan owner industri kreatif Legam Jewelry, Alvinska Octaviana, Selasa, 10 Februari 2026. Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan pemanfaatan limbah batu bara menjadi produk aksesoris perhiasan bernilai jual tinggi.

Dalam audiensi itu, Alvinska memaparkan bahwa minat pasar terhadap perhiasan berbahan limbah batu bara menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari peningkatan pesanan yang diterima Legam Jewelry, baik melalui penjualan daring (online) maupun partisipasi pada berbagai pameran.

Ia menjelaskan bahwa respons konsumen terhadap produk tersebut cukup menggembirakan. Desain yang unik serta nilai cerita di balik material limbah tambang menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Menurut Alvinska, peminat produk Legam Jewelry tidak hanya berasal dari pasar domestik. Sejumlah pesanan juga datang dari mancanegara, termasuk dari pasar Eropa yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk berkonsep keberlanjutan dan daur ulang.

Baca juga: Wali Kota Padang Temui Mensos RI, Bahas Sekolah Rakyat dan Bantuan Korban Bencana

Potensi tersebut dinilai membuka ruang tumbuh yang kuat bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis limbah batu bara. Dengan strategi yang tepat, produk ini berpeluang menembus pasar yang lebih luas dan memperkuat positioning Sawahlunto di sektor industri kreatif.

Saat ini, Legam Jewelry telah bekerja sama dengan sejumlah pengrajin limbah batu bara di Sawahlunto. Para pengrajin yang sebelumnya memproduksi cenderamata kini diarahkan untuk membuat aksesoris perhiasan dengan standar kualitas yang lebih tinggi.

Sementara itu, proses finishing dilakukan di studio Legam Jewelry di Bandung guna memastikan kualitas akhir produk tetap terjaga sesuai standar pasar nasional dan internasional. Kolaborasi ini dinilai menjadi model kemitraan yang saling menguntungkan.

Dengan mempertimbangkan tren pasar yang terus berkembang, Legam Jewelry menyampaikan kepada Wali Kota bahwa penguatan ekosistem produksi di Sawahlunto sangat diperlukan. Langkah ini berpeluang membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan para pengrajin lokal.

Baca juga: Wali Kota Fadly Amran Akui Dedikasi KSB Ketika Bencana

Selain itu, pengembangan industri ini juga dinilai mampu memperluas identitas Sawahlunto sebagai kota kreatif. Warisan tambang yang selama ini identik dengan sejarah industri ekstraktif dapat diolah menjadi produk ekonomi masa kini yang bernilai tambah.

Halaman:

Penulis: Imel
Editor: Imel

Bagikan: