Kenang Diselamatkan dalam Tragedi Wamena, Warga Lubuk Sikarah Menangis saat Bertemu Nasrul Abit

PADANG, binews.id — Tangis Des (56), warga Kelurahan VI Suku, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok pecah. Dia tak bisa membendung air matanya saat menyampaikan kekaguman terhadap sosok Nasrul Abit yang jadi penyelamat saat kerusuhan Wamena setahun lalu.
"Ambo yo sabana kagum ka Apak, lamo ambo ingin basobok jo Apak. Ingin ambo mamaluak Apak. Yo Apak surang nan barani ka Wamena manjapuik masyarakat awak. (Saya sangat kagum kepada bapak. Saya sudah lama ingin bertemu dengan Bapak. Ingin rasanya memeluk Bapak. Hanya Bapak yang berani ke Wamena menjemput masyarakat kita korban kerusuhan)," ujarnya sambil menahan tangis.
Peristiwa haru itu terjadi saat calon Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, berkunjung ke Rumah Gadang Reinier Datuak Mangkuto Alam, Minggu (18/10).
Di hadapan ninik mamak dan bundo kanduang, Des sambil terbata-bata mengukapkan perasaannya kepada Nasrul Abit. "
Baca juga: KPU Resmi Luncurkan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar 2024
"Ambo sabana kagum. Urang lain sebananyo mampu, tapi cuma Apak Nasrul Abit nan berani manjapuik, mambaok masyarakat awak pulang (saya sangat kagum. Orang lainnya sebenarnya mampu, tapi hanya Bapak Nasrul Abit yang berani menjemput, membawa masyarakat kita pulang," katanya mengulang pujiannya.
Waktu kerusuhan itu terjadi, Des menangis mengenang nasib perantau Minang di Wamena. Lalu datang seorang Nasrul Abit sebagai penyelamat bagi perantau.
"Katiko itu ambo manangih, Pak. Baa lah nasib urang awak di situ. Ambo yo sabana bersyukur, Pak. Ambo badoa semoga kebaikan Apak dibalas Allah SWT (saat itu saya menangis, Pak. Bagaimana nasib perantau Minang di sana. Saya sangat bersyukur, Pak. Saya berdoa agar kebaikan bapak dibalas Allah SWT," ujarnya.
Dengan rendah hati, Nasrul Abit menjawab bahwa yang dia lakukan merupakan tugas mulia, yakni bisa menyelamatkan dan membawa pulang perantau Minang korban kerusuhan.
Baca juga: Mahyeldi : Nasrul Abit Berpulang, Sumbar Berduka Kehilangan Tokoh Pemimpin Bersahaja
"Itu tugas ambo. Sebagai pemimpin, ado masyarakat dalam kesusahan, ambo harus hadir. Kok tabanam, ambo selami ma. Kok hilang, di ma rimbonyo. Ambo batangguang jawab atas masyarakat ambo (itu tugas saya. Sebagai pemimpin saya harus hadir saat ada masyarakat dalam kesusahan. Kalau terbenam, saya selami. Kalau hilang, di mana rimbanya. Saya bertanggung jawab atas masyarakat saya)," tuturnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Mayat Tergulung Karpet Gegerkan Masyarakat Padang Barat
- Meninggal Jadi 8 Orang, 10 Luka Berat dan 6.002 Warga Sumatra Barat Mengungsi Pascagempa M6,1
- Ayahanda Wako Padang Panjang Berpulang
- Polda Sumbar Siagakan Satu Pleton Personel untuk Bantu Penanganan Bencana
- Warga Kabupaten Mukomuko dan Kepulauan Mentawai Rasakan Guncangan Kuat Dua Kali Gempa