Virus Corona, Cecep Suryadi: Pemerintah Harus Masif Beritahu Publik

Jakarta, binews.id ---Merebaknya virus corona di bebagai negara di dunia setelah virus melanda Wulan China, Komisioner Komisi Informasi Pusat Cecep Suryadi minta institusi pemerintah pusat dan daerah tidak menutup informasi soal virus itu ke publik.
"Harus disikapi serius dan penuh inisiatif bukan saja otoritas kesehatan pemerintah pusat. Dinas-dinas kesehatan di daerah yang menjadi pintu masuk orang, khususnya di daerah perbatasan dan tujuan wisata harus lebih intens memastikan orang masuk steril dan aman, otoritas bandara juga harus konssisten jalankan SOP-nya,"ujar Cecep ke media Minggu, (26/1) di Jakarta.
Menyebar virus corona itu kata Cecep perlu diwaspadai, apakah virus tersebut dapat menyebar menggunakan media selain manusia?, mengingat banyaknya barang masuk dari luar yang bisa dengan mudah berpindah tangan.
"Langkah cepat harus diambil untuk memastikan virus corona tidak menyebar di daerah-daerah di tanah air,"ujar Cecep.
Baca juga: Sikapi Perkembangan Varian Virus Corona, Labor FK Unand Segera Lakukan Uji WGS
Dasar UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, informasi soal virus ini kata Cecep adalah kategori Informasi serta merta.
"Sifat informasi serta merta dan kategori tertinggi dari informasi publik lain yakni harus segera disampaikan secara masive oleh badan publik seperti Kementrian Kesehatan, Pelindo, Angkasa Pura, pemerintah daerah kepada masyarakat, great tertinggi karena menyangkut keselamatan warga negara,"ujar Cecep.
Bahkan sampai memastikan di beberapa pulau-pulau terluar di mana celah untuk masuk dari negara tetangga terbuka lebar. Misalnya di kabupaten Kepulauan Meranti, Batam, Tanjung Pinang dan lain-lain di sana mobilitas orang dan barang masuk sangat intens.
"Langkah yang bagus diambil Sumatera Barat yang memastikan Bandara Internaisonal Minangkabau steril dari merebaknya virus corona yang masih belum didapati serum penawarnya. Langkah ini harus berkelanjutan dan lebih massive lagi termasuk informasi antisipasi atau pencegahan virus ini,"ujar Cecep.
Baca juga: 233 Warga Sumbar Terpapar Virus Corona Hari Ini, Padang Terbanyak dengan 90 Kasus
Wakil Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi menilai sifat informasi serta merta dari virus dikaitkan kedatangan rombongan turis dari Kunming China Minggu pagi ini sudah terpenuhi.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan UNP Laksanakan Praktik Kerja Lapangan di Kepulauan Riau
- Hj. Nevi Zuairina Minta Ada Transformasi Kesehatan dan Pariwisata di KEK Sanur
- PP IPPNU X Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama Gelar Peer Educator Cegah Stunting
- Gubernur Mahyeldi, Direktur dan Rektor UNP Temui Wapres Usulkan Pengembangan RSAM Bukittinggi
- Bio Farma Ajak Perempuan di Kalimantan Tengah Cegah Kanker Serviks
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025