Adrian Sebut Vaksin Covid-19 Informasi Publik Kategori Tertinggi, Sosialisasi Harus Satu Suara

PADANG, binews.id --- Wakil Ketua Komisi Informasi Sumatera Barat (Sumbar) Adrian Tuswandi sebut informasi tentang vaksin Covid-19 merupakan informasi terpenting dan klasifikasi tertinggi dari empat klasifikasi informasi publik.
"Kasta informasi publik tentang vaksin Covid-19 adalah informasi serta merta yang harus terbuka karena menyangkut hajat dan keselamatan serta kesehatan orang banyak," ujar Adrian Tuswandi dalam rilis persnya, Selasa (5/1) di Padang.
Menurut Adrian saat ini hoaks atau apalah namanya tentang vaksin Covid-19 berserabut di jagad maya.
"Sementara vaksin sudah memasuki tahap penyuntikan bahkan Presiden RI Joko Widodo memastikan menjadi orang pertama siap disuntik vaksin covid-19 itu," sebutnya.
Baca juga: JPS Ngopi TOP Bersama Ridwan Tulus, Diskusi Peluang Pariwisata Sumbar
Bahkan Presiden RI juga memastikan vaksin gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia. Malah vaksin pun sudah dikirim ke berbagai daerah, artinya vaksin ready untuk menangkal dan memutus mata rantai penyebaran virus korona.
"Terus, mengapa masih ada hoaks, bahkan informasinya dibikin seperti mengerikan lengkap dengan bumbu cerita bergambar bahkan meme," ujar Adrian.
Sementara menurut Adrian, vaksin Covid-19 dengan segala formulanya termasuk efeknya menjadi hak publik untuk tahu.
UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mengklasifikssi empat informasi, Informasi Publik setiap saat ada, Informasi Publik diumumkan secara berkala dan Informasi Publik diumumkan serta merta dan Informasi Publik dikecualikan.
"Kalau pak presiden menjadi orang pertama disuntik vaksin Covid-19, itu berarti informasi soal vaksin covid itu sudah clear dan jelas. Kalau hanya coba-coba diberikan kepada Presiden yang menjadi very-very important person maka itu kejahatan besar kepada kepala negara," ujar Toaik biasa banyak kalangan menyapa Adrian di Sumbar.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- DPRD Padang Dukung Wacana Surat Keterangan Bebas HIV/AIDS untuk Calon Pengantin
- DPRD Sumbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Gubernur atas Ranperda SPBE
- Wigiyono Gelar Pengajian, Santunan Anak Yatim, dan Sunatan Massal Sambut Bulan Suci Ramadan
- Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tampung Aspirasi Masyarakat Kecamatan Padang Timur
- Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Masyarakat di Hari Terakhir Reses Perseorangan