Sumbar Miliki Ancaman Bencana Sangat Lengkap, Kapas Bahas Cara Mitigasinya

Kamis, 04 Maret 2021, 13:04 WIB | Ragam | Kota Padang
Sumbar Miliki Ancaman Bencana Sangat Lengkap, Kapas Bahas Cara Mitigasinya
Diskusi Kebencanaan yang digelar Komunitas Peduli Sumbar (Kapas), Kamis (3/3/2021) di Hotel Daima, Padang, menghadirkan Aktivis Kebencanaan Khalid Syaifuddin, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Erman Rahman dan John Nedy Kambang (Jurnalis).
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- Ancaman bencana di Sumbar sangat lengkap. Sedikitnya ada 13 ancaman bencana yang ada di Sumbar. Gunung api saja ada 3 di Sumbar, 4 dengan Gunung Kerinci, belum lagi ancaman bencana lainnya.

Hal ini disampaikan Aktivis Kebencanaan Khalid Syaifuddin yang tampil sebagai narasumber dalam Diskusi Kebencanaan yang digelar Komunitas Peduli Sumbar (Kapas), Kamis (3/3/2021) di Hotel Daima, Padang.

Semua orang tahu, secara geografis wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) termasuk daerah rawan bencana. Tak hanya potensi banjir atau longsor, tapi juga bencana gempa dan ancaman tsunami. Termasuk ancaman gunung merapi dan abrasi pantai.

" Ini takdir kita di Sumbar, kita tak bisa lari dengan kondisi alam ini," ungkap Khalid, dalam diskusi yang bertajuk "Mitigasi Bencana di Sumbar"

Baca juga: Rencana Pembangunan Multi Hazard EWS, Direktur ICL Kunjungi Tanah Datar

Diskusi kebencanaan ini juga menghadirkan narasumber Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Erman Rahman dan John Nedy Kambang (Jurnalis).

Dalam potensi ancaman bencana ini, lanjut Khalid, potensi rentannya di mana dan apa resikonya?.

"Karena itu, dalam mitigasi bencana yang perlu diurus itu adalah resikonya. Inilah yang harus diorganisir untuk menguranginya," ungkap Khalid yang juga Ketua Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Sumbar.

Dalam manajemen risiko, tambah Khalid, ada pencegahan untuk mengurangi bahaya dan ancamannya. Beda halnya dengan gempa bumi, yang sulit dilakukan pencegahan.

Baca juga: Bupati Sabar AS Laksanakan Wisuda Tahfiz secara Virtual

"Tapi kalau banjir, longsor atau abrasi pantai, masih bisa kita urus untuk mengurangi resikonya. Dilakukan upaya mitigasi agar risikonya semakin kecil. Apalagi juga ditambah dengan kesiapsiagaan," ucap Khalid.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: