Hidayat : Penanganan Covid-19 Belum Maksimal, Pemprov Sumbar Diminta Kembali Refocusing Anggaran

PADANG, binews.id — Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Sumbar dinilai bersumber dari penanganan yang belum maksimal, yang salah satunya disebabkan karena persoalan anggaran. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) diminta kembali melakukan refocusing atau pengalihan anggaran.
Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbar, Hidayat. Ia menegaskan, jika persoalan anggaran menjadi kendala dalam penanganan Covid-19 di Sumbar, maka menurutnya gubernur bisa melakukan refocusing anggaran kembali dari dana APBD.
Ketua Pembahasan Rancangan Perda Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) itu menuturkan, peraturan perundang-undangannya cukup jelas mengatur tentang refocusing anggaran.
"Namun, mesti jelas dan terukur, efektif, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan kegunaan anggaran tersebut. Jangan sampai terjadi lagi seperti tahun lalu, sesuai hasil temuan BPK. Di mana puluhan miliar anggaran digunakan tidak sesuai dengan ketentuan," ujarnya, Minggu (16/5).
Baca juga: DPRD Padang Dukung Wacana Surat Keterangan Bebas HIV/AIDS untuk Calon Pengantin
Hidayat menambahkan, secara psikologis sosial ia dapat memahami pandangan sebagian masyarakat terkait penggunaan anggaran Covid- 19. Sekaitan dengan hal ini banyak masyarakat yang beranggapan Covid-19 tidak akan hilang dan selesai karena anggarannya dikorupsi.
"Minta maaflah kepada rakyat bahwa kita belum sepenuhnya membelanjakan uang rakyat untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 ini dengan baik dan benar, dan berjanjilah kepada rakyat untuk tidak mengulanginya atau minimal tidak terjadi lagi hal-hal yang berpotensi membuat rakyat tidak percaya dan patuh kepada pemerintah," ucap Hidayat.
Lebih jauh, ia berpandangan bahwa gubernur mesti kembali mengambil alih komando pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara konkret dan berkelanjutan melalui pendekatan hukum secara komprehensif. Dengan kata lain, bukan hanya dengan penindakan dan pelarangan.
Ia juga menilai, sangat penting melibatkan seluruh komponen terkait dalam setiap operasi guna menekan penyebaran dan pengendalian Covid-19. Oleh sebab itu, ia meminta dilakukan pendekatan riset secara ilmiah melalui pendekatan berbagai disiplin ilmu terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan.
Baca juga: DPRD Sumbar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Gubernur atas Ranperda SPBE
"Amanah Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menurut hemat saya mesti diterapkan secara keseluruhan. Bukan hanya fokus pada penindakan dan pelarangan. Sebab, tanpa adanya dukungan dan kesadaran dari seluruh komponen masyarakat, maka akan menjadi medan tempur yang berat bagi pemerintah untuk sukses melakukan pencegahan dan pengendalian Covid-19 ini," tuturnya.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
- SPH Jadi Rumah Sakit Pertama di Sumbar Penerima Bintang Tiga dari BPJS Kesehatan
- Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
- Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
- KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025