Ini Jadwal dan Titik Pintu Masuk yang Dilakukan Pembatasan Selektif Pemprov Sumbar

PADANG, binews.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan melakukan pembatasan selektif bagi setiap orang yang masuk ke Sumatera Barat.
"Setiap orang yang masuk ke Sumbar, baik itu pendatang atau perantau akan didata dan akan dikirimkan datanya ke Satgas Kabupaten/Kota untuk mengawasi kesehatan mereka," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat video confrence dengan pemerintah daerah se-Sumatera Barat bersama Forkopimda di aula kantor gubernur, Minggu (29/3/2020).
Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Forkopimda, Rektor Unand, MUI, Asisten Administrasi Umum, Kepala Rumah Sakit, Kadis Kesehatan, Ka Satpol PP, Kesbang, serta beberapa utusan lembaga terkait.
Wagub minta kepada seluruh pendatang dan perantau yang masuk ke Sumatera Barat, berikan data yang jelas, dan mengisolasi diri selama 14 hari di rumah masing -- masing.
Baca juga: Perdana Pimpin Apel, Wagub Vasko Ingatkan Soliditas dalam Gerak Cepat Membangun Sumbar
Mulai 31 Maret hingga 13 April Tim terpadu terdiri dari unsur polri, TNI, Dishub, Satpol PP dan petugas kesehatan akan bekerja.
Pelaksanaan pebatasan selektif akan dilakukan tim terpadu di beberapa pintu masuk Sumater Barat.
"Perbatasan Sumbar tersebut yaitu, dua di perbatasan Pesisir Selatan (Bengkulu dan Kerinci), Kabupaten Limapuluh Kota (Riau), Pasaman (Medan dan Riau), Pasaman Barat,Dharmasraya (Jambi) dan Solok Selatan (Kerinci)," sebut Wagub.Nanti tim akan memeriksa pendatang yang masuk. Jika ada gejala sakit langsundirujuk ke Rumah Sakit terdekat. Kalau tidak menunjukkan gejala, tentu tidak bisa dilarang masuk ke Sumbar.
Disampig itu, Wagub juga mengimbau agar perantau tidak pulang ke kampung. Kalau seandainya pulang, harus siap isolasi diri selama 14 hari di rumah masing -- masing. Dan Perantau ataupun pendatang yang ke Sumbar harus mampu memaklumi tindakan yang diambil Pemprov Sumbar.
Baca juga: Pemprov Sumbar Kembali Upayakan Kelanjutan Pembangunan Jalan Alahan Panjang-Kiliran Jao
"Petugas kesehatan akan terus mencek perkembangan kesehatannya. Jika selama isolasi diri terdapat indikasi, maka akan dirujuk ke Rumah Sakit terdekat dan diawasi secara ketat," jelas Wagub. (melba)
Penulis: Imel
Editor: Imel
Berita Terkait
- Setelah Covid Landai, Andani: Reformasi Ketahanan Kesehatan
- SE Gubernur Sumbar, ke Hotel, Restoran Hingga Objek Wisata Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin
- Meski Pandemi Melandai, Pemerintah Tetap Lanjutkan PPKM
- Pimpin Monitoring dan Evaluasi Vaksinasi Sumbar, Wagub : Kita Berjibaku Terus
- Gubernur Mahyeldi Tegaskan Semua ASN Pemprov Sumbar Wajib Vaksin
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025