Webinar Semen Padang, Dokter Dewi Sebut Isoman di Rumah Harus Dilakukan dengan Ketat

Senin, 09 Agustus 2021, 14:41 WIB | Kesehatan | Kota Padang
Webinar Semen Padang, Dokter Dewi Sebut Isoman di Rumah Harus  Dilakukan dengan Ketat
Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury ketika membuka webinar, Jumat (6/8/2021). IST/HUMAS
IKLAN GUBERNUR

PADANG, binews.id -- PT Semen Padang kembali menggelar webinar tentang Covid-19. Kali ini, Jumat (6/8/2021), tema yang diangkat adalah "Yang BOLEH dan TIDAK BOLEH Dilakukan Selama Isolasi Mandiri" dengan narasumber, dr. Dewi Nensi Putri, MARS, dari Semen Padang Hospital.

Webinar series #7 itu dibuka Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury dan dihadiri Dirut PT Semen Padang Yosviandri, para staf pimpinan perusahaan, ratusan karyawan dan keluarga karyawan Semen Padang Group.

Direktur Keuangan, Tubagus Muhammad Dharury, dalam sambutannya menyampaikan bahwa webinar tentang Covid-19 ini, rutin dilakukan setiap bulan oleh PT Semen Padang sejak wabah Covid-19 melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca juga: SPH Jadi Rumah Sakit Pertama di Sumbar Penerima Bintang Tiga dari BPJS Kesehatan

"Ini webinar kesekian kali yang digelar dan PT Semen Padang tidak akan pernah bosan-bosannya untuk mengadakan webinar ini, apalagi kasus Covid-19 makin meningkat ditambah lagi adanya varian baru Covid-19 seperti delta," kata Tubagus.

Melalui webinar ini, Tubagus mengajak seluruh karyawan dan keluarga karyawan Semen Padang Group untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19. "Saat ini klaster keluarga masih mendominasi angka penularan Covid-19. Jadi, mari kita perketat prokes agar kita semua dapat terhindar dari Covid-19," ujarnya.

Dokter Dewi Nensi Putri dalam webinar tersebut menyatakan, isolasi mandiri atau isoman sangat penting dilakukan, karena bertujuan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Tanpa isoman, orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan tetap beraktifitas akan menularkan virus Covid-19 kepada rekan kerja, teman dan keluarga.

Isoman, kata dokter Dewi, sebetulnya bukanlah kondisi yang ideal bagi orang terkonfirmasi positif Covid-19. Isolasi mandiri dilakukan karena fasilitas rawat inap tidak tersedia atau tidak aman. Namun begitu, isoman di rumah harus tetap dilakukan dengan sangat ketat agar tujuan memutus rantai penularan Covid-19 dapat tercapai.

Baca juga: Tak Melulu Dimasukkan Freezer, Daging Kurban Juga Bisa Diolah Seperti Ini Agar Tahan Berbulan-bulan

"Meski isoman di rumah, prokes isoman harus diterapkan. Orang yang menjalani isoman harus tidak mengalami gejala atau gejalanya ringan, usia di kurang dari 45 tahun dan tidak punya komorbid seperti diabetes, hipertensi atau penyakit jantung," kata dokter Dewi.

Sebelum menjalani isoman, dokter Dewi juga menyarankan agar orang yang terkonfirmasi Covid-19, sebaiknya mengecek kondisi tubuhnya ke rumah sakit atau ke fasilitas pelayanan kesehatan. Meski tubuh sehat disarankan tetap check-up, karena bisa jadi pasien tanpa gejala.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: