Kisah Sepasang Suami Istri Penyuluh Agama Islam Aceh Singkil Dalam Berdakwah

Sabtu, 28 Agustus 2021, 10:17 WIB | Ragam | Nasional
Kisah Sepasang Suami Istri Penyuluh Agama Islam Aceh Singkil Dalam Berdakwah
Sepasang sumi istri yang menjadi penyuluh agama di Aceh Singkil. EW
IKLAN GUBERNUR

ACEH SINGKIL, binews.id -- Dakwah adalah tugas mulia yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. Mengajak untuk beriman kepada Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Hal itulah yang menjadi salah satu tugas pokok penyuluh agama Islam dibawah Kementerian Agama, dimana penyuluh adalah ujung tombak dalam syiar dakwah yang dilakukan oleh Kementerian Agama.

Bukan tidak mungkin dalam tugas sebagai Penyuluh Agama mendapati tantangan berat baik kondisi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk dijalani. Kondisi jalan yang rusak, dan juga jauh dari akses kota, serta daerah terpencil dan terisolir.

Namun seyogyanya hal tersebut tidak menyurutkan niat seorang Penyuluh Agama Islam untuk tetap berjuang menyampaikan butir-butir Dakwah ke setiap jamaah.

Baca juga: Satgas Halal Padang Panjang Kampanyekan WHO 2024

Hal tersebut juga yang dirasakan salah satu Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kemenag Aceh Singkil, Ustaz Purwanto, SH yang baru saja dilantik mengemban tugas sebagai penyuluh Agama Islam di Lingkungan Kemenag Aceh Singki. Dimana dia harus turun ke lapangan, ke desa - desa untuk melakukan penyuluhan agama selain melalui mimbar Jumat.

Ustaz Purwanto yang melakukan kunjungan tugas ke Kampung Lae Sipola, Kecamatan Singkohor. Kampung Lae Sipola merupakan desa yang berada di perbatasan dengan Pemko Subulusalam. Kampung ini pernah mengalami banjir bandang beberapa tahun lalu sehingga akses jalan menuju Pemerintah Kota Subulussalam maupun menuju Kecamatan Singkohor tergolong sangat sulit, hal ini terlihat beberapa jembatan yang belum bisa dilewati dan banyak jalan terputus dan sempit.

Saat berbincang dengan seorang Dai perbatasan Ustaz Hariyanto menjelaskan, Kampung Lae Sipola butuh perhatian khusus terutama dengan pembinaan keagamaan karena daerah perbatasan ini masyarkatnya sangat heterogen dan banyak pendatang yang beragama non muslim. "Ada 13 kepala rumah tangga yang beragama non muslim di Kampung Lae Sipola ini," paparnya saat menjelaskan kondisi penduduk di kampung lae Sipola.

Sementara itu, Ustaz Purwanto menyampaikan dan memperkenalkan diri bahwa Kecamatan Singkohor dan Kuta Baharu merupakan wilayah Kerja Penyuluhan yang ditugaskan pimpinan kepadanya.

Baca juga: 30 Guru TIK Madrasah Aliyah Ikuti PDWK

"Oleh karena itu ke depan akan ada kerja sama antara penyuluh agama dengan Dai Perbatasan yang ditugaskan di kampung Lae Sipola baik dalam pengajian ibu-ibu, TPA dan pengisian Khutbah Jumat," ungkap Purwanto

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: