Sosialisasi Empat Pilar di UNP, Arteria Dahlan Sebut Begini

PADANG, binews.id -- Universitas Negeri Padang (UNP) melalui filosofi 'Alam Takambang Jadi Guru' telah menggambarkan bagaimana keteguhan, kebesaran hati, dengan sikap kenegarawanan yang berani menyuarakan suatu kebenaran, meski pun tidak populer. Bahkan, dari filosofi itu juga tergambar bagaimana pentingnya melihat Indonesia dengan cara berkeindonesiaan.
"UNP dengan filosofi 'Alam Takambang Menjadi Guru' itu dalam sekali nilainya. UNP memiliki sejarah yang panjang bagi kita. Khususnya bagi saya sebagai Anggota Badan Sosialisasi MPR RI," kata Anggota DPR/MPR RI, Arteria Dahlan, ST, SH, MH, saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Auditorium UNP, Sabtu (4/9/2021).
Oleh karena itu, kata Arteria, ia mampu melihat kehadiran Indonesia ala Bung Karno yang dapat dijabarkan secara komprehensif, tanpa ada deviasi sedikit pun oleh UNP. Bahkan, Presiden RI Kelima Megawati Seokarno Putri, disebut Arteria sampai terkagum-kagum.
"Bahkan beliau mengatakan, saya yakin kalau modelnya seperti ini, Sumatra Barat akan menjdi potensi yang sangat besar untuk dikembangkan ke depan saat melihat Pak Rektor (Ganeferi, red) kala itu pada tahun 2018," ujar Arteria.
Baca juga: Atase Agama Kedutaan Arab Saudi Kunjungi UNP, Perkuat Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Keagamaan
Meski berasal dari daerah pemilihan (dapil) Tulungagung, Jawa Timur, Arteria mengaku dirinya juga mempunyai kewajiban moral, politik, dan konstitusional di Sumbar. Terlebi, PDI Perjuangan untuk saat ini tidak mempunyai wakil dari Sumbar di DPR/MPR RI. Ia pun memilih UNP sebagai tempat kunjungan pertamanya. "Kami melihat seperti itu. Ada keseriusan, penghormatan, dan kedisplinan UNP dalam pengamalan Empat Pilar Kebangsaan ini," katanya lagi.
Arteria Dahlan menjelaskan, Empat Pilar Kebangsaan sendiri terdiri dari (1) Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR RI, (3) Negera Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, (4) Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
"Sosialisasi Empat Pilar bukan kewajiban MPR saja untuk mensosialisasikannya, tetapi juga kewajiban setiap warga negara. Bersyukur kami atas nama anggota MPR RI dapat mensosialisasikannya di Universitas Negeri Padang," ucap Arteria Dahlan lagi.
Menurut Arteria Dahlan, istilah Empat Pilar sering menjadi perdebatan terutama bagi orang hukum seperti perdebatan seolah-olah Pancasila sejajar dengan yang lainnya. Sehingga, perlu penjelasan maksud dalam sosialisasi Empat Pilar adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa. "Dalam sejarah pendirian negara, tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Sumatra Barat ikut memiliki andil dalam penentuan ideologi ini," ujarnya lagi.
Baca juga: Efisiensi Anggaran, UNP Pastikan Kualitas Pendidikan Tetap Terjaga dan Tidak Berdampak Pada UKT
Lalu menurutnya, keberagaman yang ada dalam bangsa, harus bersatu demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Pada saat ini, keyakinan akan Pancasila seakan-akan perlahan luntur, padahal pada masa lalu Pancasila adalah pelajaran dan mata kuliah wajib di sekolah dan perguruan tinggi.
Penulis: Putri
Editor: Adrian Tuswandi
Berita Terkait
- Nevi Zuairina Kembali Serah Terima Bantuan Tanggung Jawab Sosial di Pasaman, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota
- DPRD Sumbar Gelar Paripurna dengan Agenda Penyampaian Tanggapan Gubernur Soal Ranperda Kehutanan Sosial
- Paripurna DPRD Sumbar Jawaban Terhadap 3 Ranperda, Suwipen Sebut Begini!
- Ini Tanggapan Gubernur Soal Pandangan Fraksi-fraksi Tentang APBD 2022
- Fraksi Gerindra Sumbar Pertanyakan Sejumlah Hal Kepada Gubernur, Covid-19 Hingga Temuan BPK RI