Lawang Adventure Park, Destinasi Wisata Keluarga yang Wajib Dikunjungi

Kamis, 14 Oktober 2021, 20:01 WIB | Pariwisata | Kab. Agam
Lawang Adventure Park, Destinasi Wisata Keluarga yang Wajib Dikunjungi
Bagi yang suka traveling, tentu sudah mengenal Lawang Adventure Park. Di mesin pencarian google dan media sosial pun telah banyak referensi destinasi wisata di kawasan perbukitan yang mengelilingi Danau Maninjau, Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam ini. IST
IKLAN GUBERNUR

AGAM, binews.id -- Bagi yang suka traveling, tentu sudah mengenal Lawang Adventure Park. Di mesin pencarian google dan media sosial pun telah banyak referensi destinasi wisata di kawasan perbukitan yang mengelilingi Danau Maninjau, Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam ini.

Selain berwisata, di kawasan puncak bukit serasa di negeri di atas awan dengan pemandangan Danau Maninjau dan permukiman penduduk tersebut, berbagai perusahaan di Indonesia, kampus, sekolah dan perkantoran sering menggelar kegiatan. Di antaranya, outbound, pelatihan, diskusi, kemping, senam, rapat dan study tour serta aktivitas lainnya.

Lokasinya berjarak sekitar 20 km dari Kota Bukittinggi dan juga bisa diakses dari Pariaman melewati Malalak dan Kelok 44 via Ambun Pagi yang mendunia itu.

Saat ini, Lawang Park juga menerima tamu keluarga dan ada penginapan khusus bagi pasangan pengantin berbulan madu. Kapasitas penginapan mencapai 150 orang.

Baca juga: JPS Ngopi TOP Bersama Ridwan Tulus, Diskusi Peluang Pariwisata Sumbar

Owner Lawang Adventure Park, M Zuhrizul, saat diskusi Tigabelasan dengan Jaringan Pemred Sumbar (JPS), Rabu (13/10/2021) malam menceritakan upayanya membangun kawasan wisata yang telah dianugerahi udara sejuk dan pemandangan indah ini.

"Waktu awal dibangun, akses jalan belum sebesar seperti sekarang. Lawang Park ini saya buat untuk perenungan ulang bagi pengunjung. Orang datang ke sini, minum kopi, menenangkan diri dan mencari inspirasi," ungkap Zuhrizul.

Dalam diskusi dipandu senior JPS, Adrian Tuswandi, yang dihadiri Bupati Agam, Andri Warman, Kepala Dinas Pariwisata Agam Satria dan Kepala Dinas Pariwisata Pariaman Marhaen ini, Zuhrizul menyampaikan juga bagaimana kesulitannya meyakinkan ninik mamak ketika pulang kampung ingin membangun pariwisata di kampung halamannya, Lawang, Agam.

Menurut lelaki yang akrab disapa Mak Etek ini, Lawang Park dulunya rimba belantara. Lalu, pascagempa 2009, dia main ke kampungnya di Lawang. Muncul pikirannya untuk mengembangkan bukit rimba belantara yang memiliki pemandangan indah ke Danau Maninjau ini. "Ketika itu, orang kampung menyebut saya gila," ungkapnya.

Baca juga: Ridwan Tulus: Inspirasi dari Sosok Jurnalis Unik Adrian Tuswandi dan Peran Media dalam Pariwisata Hijau

Pertama dibangunnya di ketinggian Lawang tersebut adalah mushalla. Airnya tak ada, lalu dibuat lubang dan diberi plastik untuk penampung air. "Saya jual paket kemping. Makan dibawa dari luar, karena belum ada restoran," lanjutnya.

Halaman:
Marhaban ya Ramadhan 2025

Penulis: Imel
Editor: BiNews

Bagikan: