Puskesmas Desa Goisooinan Kecamatan Sipora Utara Gelar Hari Gizi

MENTAWAI, binews.id -- PuskesmasDesa Goisooinan, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai peringatan Hari Gizi Nasional tahun 2022. Peringatan ini adalah bentuk bakti dari profesi kesehatan.
Kepala Desa Goisooina,Sion Marsutim Taileleu, mengatakan, ini adalah bentuk bakti sebagai profesi kesehatan. Stunting dan obesitas di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah untuk mengentaskannya, maka dalam moment ini pemerintah Desa Goisooinan dan tim Puskesmas Mapaddega memberikan penambahan gizi seimbang.
"Harapan kami, semoga menjadi bekal yang berharga bagi kita semua" tutur tim puskesmas dan bidan Pustu dalam acara kegiatan Hari Gizi Nasional 2022 yang diselenggarakan oleh Puskesmas dan Bidan Pustu Desa Goisooina di aula Desa goisooina, Jumat (25/02/2022).
Sion Marsutim Taileleu sekaligus membuka kegiatan peningkata gizi dan kesehatan menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana menciptakan generasi muda, generasi yang sehat. "Tentunya kegiatan ini sangat memberi manfaat bagi kita edukasi mengenai stunting dan obesitas serta gizi seimbang" ungkapnya.
Baca juga: Giat Puskesmas Pasar Kuok Pembukaan POS Gizi Nagari Koto Nan Tigo
Sementara Bidan Pustu, Tiwi, selaku penggerak kegiatan mengatakan acara ini merupakan kerja sama Puskesmas dan Pemerintah Desa Goisooina
"Di Desa terdapat kader Posyandu, PKK Desa dengan mencegah stunting dan obesitas dengan tema Gizi Seimbang Keluarga Sehat Negara Kuat. Keluarga sehat itu salah satu peran ibu untuk menyediakan makanan dan mengatur makan keluarga. Stunting dan obesitas masih menjadi persoalan sehingga tema ini sangat relevan dimana kita memberikan edukasi kepada para ibu bagaimana memberikan pola makan yang baik untuk keluarga" ujarnya.
Ketua Tim Puskesmas Mapaddega juga menambakan stunting dan kekurangan gizi merupakan permasalahan gizi kronis karena kurangnya asupan gizi dalam rentang waktu lama. "Permasalahan stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru akan terlihat ketika anak sudah menginjak usia dua tahun" terangnya.
Terbatasnya layanan kesehatan dan pembelajaran dini yang berkualitas, dimana 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di Paud, 2 dari 3 ibu hamil tidak konsumsi zat gizi yang memadai, partisipasi di Posyandu rendah dan tidak mendapat akses layanan imunisasi. Kurang akses terhadap makanan yang bergizi turut mempengaruhi, 1 dari 3 ibu hamil anemia dan makanan bergizi cukup mahal. Serta faktor kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. (*/bi)
Baca juga: Rayakan Hari Gizi Nasional, Dinkes Labuhanbatu Gelar Lomba Bayi Sehat
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- Gubernur Mahyeldi Serahkan PMT dan Salurkan Alat Kesehatan untuk Masyarakat Mentawai
- Plt Sekda Mentawai Launching Acara Pencanangan Imunisasi Polio Secara Masal
- Butuh Peran Semua Pihak Tekan Angka Stunting di Mentawai
- Peringati HUT Ke-51 Basarnas RI, Basarnas Mentawai Gelar Donor Darah
- Babinsa Koramil 02/Muara Siberut Serka Rudi Gotong Royong Bersama Warga
Progul Dokter Warga Mulai Layani Masyarakat Kota Padang
Kesehatan - 24 Februari 2025
Jaga Kesehatan Pegawai, KAI Divre II Sumbar Gelar Medical Check Up
Kesehatan - 19 Februari 2025
Mahyeldi Jalani Medical Check-Up di RS Unand Jelang Pelantikan
Kesehatan - 14 Februari 2025
KAI Divre II Sumbar Gelar Pengobatan Gratis terhadap 228 Pensiunan
Kesehatan - 10 Februari 2025
Polres dan Dinas Pertanian Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Kab. Mentawai - 03 November 2024
Audy Joinaldy Tekankan Kesiapan Menghadapi Tantangan Zaman
Kab. Mentawai - 13 Oktober 2024