Dinas Sosial PPr PA Lakukan Pendampingan Pemeriksaan Anak Saksi KDRT

PAINAN, binews.id --Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau Dinsos, PPr, PA Kabupaten Pesisir Selatan melakukan pendampingan dalam pemeriksaan terhadap anak sebagai saksi untuk proses penyidikan dugaan perkara tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyebabkaan meninggalnya orang tua di Kecamatan Air Pura. Pendampingan tersebut dilakukan diPolres Kabupaten Pesisir Selatan. Kamis (10/02/2022).
Adapun pendampingan dilakukan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Syofianeri, bersama Ilsa Putra S.Sos (Peksos) dan Nisa Nulia Nita, ,S.PSi (P2TP2A) beserta Psikolog dari UNAND dan Kanit PPA Aipda.H.SITANGGANG SH. Polres Pessel.
Anak berinisial KR yang berusia empat tahun menjadi saksi tindak kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang mengakibatkan meninggalnya ibu yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 15 Januari 2022 sekira pukul 02.00 WIB di Kampung Pakan Selasa Kenagarian Ilalang Panjang, Kecamatan Air Pura, Kabupaten Pesisir Selatan.
Selesai mengambil keterangan dari anak, anak menjadi lebih akrab dengan petugas, anak tersenyum kala ikut foto bersama dan anak memberi petugas gelang karet yang dipakainya membuktikan bahwa anak sudah merasa lebih nyaman.Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ibu Hj.Syofianeri SH memberikan nasehat dan arahan kepada keluarga anak bahwa perbuatan yang dilakukan oleh sang ayah adalah suatu perbuatan buruk yang akan tercatat dalam memori anak dan dapat menimbulkan trauma berat dan panjang hingga anak tumbuh dewasa.
Baca juga: Maraknya KDRT di Kota Padang, Kejari Gelar Penyuluhan Hukum di Nanggalo
Untuk kedepannya diharapkan keluarga dapat mengasuh anak dengan pola asuh yang benar dan menciptakan suasana yang harmonis dalam keluarga dan membantu anak menghilangkan ingatan akan kejadian yang dialaminya.(*/on)
Dari hasil pendampingan didapat sbb : 1. Dilihat kondisi emosional, anak mengalami trauma pasca kejadian yang dialami oleh orang tuanya. 2. Anak takut berjumpa dengan orang yang menemuinya dan terus menangis sambil menundukan kepalanya kepaha nenek, Anak tidak mau lepas dari sang nenek. 3. Untuk melakukan pendekatan, anak diberikan beberapa permainan yang ada di dalam TAB. Sembari bermain, petugas mencoba berkomunikasi dengan anak, karena masih merasa asing, anak hanya bungkam dan terus melanjutkan permainan. 4 Anak mulai bosan petugas memberikan jenis permainan yang lain. Sembari bermain, petugas memberikan sentuhan fisik dan pujian kepada anak. 5. Beberapa pertanyaan ringan diajukan petugas kepada anak, seperti apa makanan kesukaan anak. 6 Petugas juga menanyakan kondisi anak sebelum dan sesudah kejadian kepada sang nenek. 7. Petugas juga menanyakan kepada anak bagaimana kondisi ia di rumah, saat bersama ayah, Bunda (almh) dan adiknya (9 bln). 8. di beberapa poin pertanyaan diajukan, petugas mengajak anak bermain warna dengan menggambar. 9. Petugas membuat gambar tubuh manusia, gambar botol besar dan kecil,warna warni dan air mata 10 Anak dapat menunjuk apa yg ditanyakan dan semua pertanyaan yang diajukan petugas dapat dijawab oleh sianak dengan menganggukan kepala.
Penulis: Imel
Editor: BiNews
Berita Terkait
- DPRD Pessel Dilaporkan ke Kejari, Novermal Pastikan Dirinya Tidak Korupsi
- Polres Pessel Kambali Menangkap Dua Tersangka Persekusi yang Masuk dalam DPO
- Polisi Amankan Puluhan Paket Ganja Siap Edar di Pesisir Selatan
- Bahaya Narkoba, Nagari Diminta Lindungi Remaja Melalui Program Bersinar
- Masalah Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara